Batam (gokepri.com) – Badan Pengusahaan (BP) Batam mengucurkan anggaran sekitar Rp39,9 miliar untuk pembangunan masjid di Bandara Internasional Hang Nadim Batam.
Proyek rumah ibadah tersebut rencananya akan selesai dalam jangka waktu 16 bulan atau awal tahun 2022 mendatang. BP Batam sendiri menyatakan komitmennya untuk menggesa pembangunan masjid tersebut.
Direktur Infrastruktur Kawasan BP Batam, Imam Bachroni mengatakan pembangunan masjid di Bandara Internasional Hang Nadim sudah lama direncanakan. Hanya saja baru terealisasi akhir 2020.
“Hal itu tidak terlepas dari komitmen Kepala BP Batam (Muhammad Rudi) untuk mewujudkan rencana tersebut,” kata Imam dalam acara peletakan batu pertama pembangunan masjid di Kawasan Bandara Internasional Hang Nadim, Rabu (23/12/2020).
Imam menjelaskan masjid ini didesain khusus menyerupai Tanjak atau salah satu aksesoris pakaian untuk lelaki di Melayu yang digunakan pada bagian kepala. Desain ini ebagai wujud untuk melestarikan budaya Melayu di Kota Batam.
Masjid ini dibangun di atas lahan 15 ribu meter persegi dan bisa menampung sekitar 1.000 lebih jamaah. Pihaknya berharap masjid dengan ciri khas Melayu ini nantinya bisa menjadi salah satu destinasi pariwisata di Kota Batam.
“Di sekitar masjid nantinya juga akan dibangun fasilitas seperti air mancur, tempat parkir yang luas dan juga wisma untuk musafir,” katanya.
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengatakan pembangunan masjid di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim direalisasikan karena selama ini belum ada tempat ibadah yang layak di kawasan tersebut.
“Sekarang ini hanya tempat kosong dijadikan musala. Karena itu, hari ini mulai kita lakukan pembangunan masjid dan semoga secepat mungkin bisa diselesaikan,” kata Rudi.

Dengan adanya masjid, nantinya diharapkan bisa memberikan kemudahan bagi calon penumpang yang hendak melakukan penerbangan ke luar Batam. Terutama saat hari Jumat, tidak perlu lagi mencari masjid yang lokasinya jauh dari bandara.
“Kalau jadwal pesawatnya jam 13.00 misalnya, bisa ketinggalan kalau salat Jumat dulu yang lokasinya jauh dari bandara. Karena itulah kenapa masjid ini perlu kita bangun,” katanya. (ARD)
|Baca Juga: Telan Rp172 M, Renovasi Masjid Raya Batam Segera Dimulai









