BATAM (gokepri) – Isu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) fiktif ditepis Badan Gizi Nasional (BGN). Lembaga ini memastikan pembangunan SPPG diawasi ketat demi keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Tidak ada SPPG fiktif. Yang disebut fiktif itu karena ada spanduk terpasang tapi bangunan belum jadi,” kata Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, di Jakarta, Senin, 22 September.
Menurut Sony, lokasi-lokasi yang dipersoalkan sebenarnya telah didaftarkan lewat portal mitra.bgn.go.id. Namun proses pembangunan tersendat hingga berhari-hari bahkan berbulan-bulan. Kondisi itu membuat sistem seolah penuh dan menghambat mitra yang serius membangun.
“Hal ini jelas menghambat Program MBG,” ujarnya.
Sony menegaskan verifikasi pembangunan berlangsung ketat melalui sepuluh tahapan, mulai dari pendaftaran, survei lapangan, hingga penentuan kelayakan. Pencairan dana juga berlapis pengawasan. Anggaran hanya bisa digunakan jika diusulkan yayasan dan disetujui Kepala SPPG.
“Kalau tidak ada Kepala SPPG atau PIC yayasan, maka tidak ada virtual account. Tanpa itu, dana tidak bisa cair,” katanya.
Sebagai koreksi, BGN mereset usulan yang mandek lebih dari 20 hari, membuka kanal komplain WhatsApp dengan verifikasi bukti, serta menggelar pertemuan calon mitra di 16 kota. “Status usulan yang tidak ada progres kami kembalikan ke tahap verifikasi,” ujar Sony.
Sebelumnya, anggota Komisi IX DPR, Sahidin, menyoroti dugaan ribuan SPPG fiktif dalam kunjungan kerjanya ke Batam, Kepulauan Riau. Ia menyebut dari delapan ribu SPPG yang ditetapkan, sekitar lima ribu tak jelas keberadaannya.
“Ada yang hanya membuka akun, tapi lokasi fisiknya tidak ada,” kata Sahidin. Ia juga menyinggung informasi soal banyaknya SPPG yang dikuasai segelintir orang. Karena itu, ia mendorong pengawasan lebih ketat oleh BGN. ANTARA
Baca Juga: SPPG Batam Pakai Gas Bumi PGN, Masak 6.400 Porsi Makanan Bergizi Gratis per Hari
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









