Jalur Penyelamatan Jadi Solusi Atasi Kecelakaan di Tiban Center

Kecelakaan truk tiban
Tangkapan layar CCTV kondisi lalu lintas di simpang Tiban Center, Sekupang, Kota Batam, Kepri sebelum kecelakaan lalu lintas, Jumat (2/5/2025). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

BATAM (gokepri) – Tragedi di lampu merah Tiban Center bukan sekali dua kali terjadi. Rem blong truk menewaskan dan melukai banyak orang. Jalur penyelamatan mulai dikaji.

Sore 30 Agustus 2025, sebuah truk crane kehilangan kendali di turunan itu. Remnya blong. Kendaraan raksasa itu menabrak motor dan mobil yang tengah berhenti di lampu merah. Jerit klakson bercampur teriakan warga. Beberapa pengendara jatuh terseret. Sejumlah orang luka-luka, dan ada yang tewas.

Bukan kali pertama tragedi maut terjadi di Tiban. Awal Mei, sebuah kendaraan berat menabrak tiga sepeda motor. Seorang pengemudi tewas, empat lainnya terluka. Cerita yang berulang, dengan latar yang sama: jalan lurus menurun, truk besar, dan rem blong.

HBRL

Direktorat Lalu Lintas Polda Kepulauan Riau menyebut Tiban sebagai satu-satunya “blind spot” di Batam. Jalur rawan itu membentang dari lampu merah Sekupang ke arah simpang Tiban Center hingga kawasan Southlink, Sei Ladi.

Kombes Pol Andhika Bayu Adittama, Direktur Lalu Lintas Polda Kepri, menyebut kawasan ini harus segera diberi solusi. “Supaya dibikin jalur penyelamatan,” ujarnya singkat.

Kontur jalannya jadi masalah. Dari arah Sekupang, jalan menurun tajam menuju simpang Tiban Center. Arus lalu lintas padat, bukan hanya mobil pribadi dan motor, tapi juga truk kontainer hingga crane. Begitu ada yang bermasalah dengan rem, bencana sulit dihindari.

Kini Polda Kepri tengah mengkaji pembangunan jalur penyelamatan. Jalur ini umumnya dibuat menanjak di sisi turunan utama, dipenuhi pasir atau material pengerem alami. Kendaraan yang kehilangan kendali diarahkan masuk ke sana agar berhenti secara perlahan.

“Di Jawa sudah banyak. Di Puncak Bogor ada jalur penyelamatan di Tanjakan Selarong,” kata Andhika.

Kajian ini akan melibatkan Satlantas Polresta Barelang, Dinas Perhubungan, dan pemangku kepentingan lain. Jika disetujui, Tiban bakal jadi kawasan pertama di Batam yang punya jalur darurat seperti di jalur wisata Puncak.

Selain rencana itu, Ditlantas Polda Kepri juga menyiapkan sejumlah langkah pencegahan lain. Rambu-rambu tambahan akan dipasang di titik rawan. “Pemasangan rambu-rambu sedang diupayakan,” ujar Andhika.

Upaya nonfisik juga berjalan. Polisi mendatangi perusahaan logistik untuk memastikan kelayakan armada mereka. Armada yang tak layak diminta segera diperbaiki. Para sopir pun diberi edukasi keselamatan. “Kami istilahnya door to door,” kata Andhika.

Langkah ini penting mengingat sebagian besar kecelakaan di Tiban melibatkan kendaraan berat. Sopir yang kelelahan atau kendaraan dengan perawatan minim bisa jadi bom waktu di jalanan menurun itu.

Bagi warga Batam, Tiban sudah lekat dengan kabar buruk. Setiap kali ada kecelakaan, media sosial ramai dengan video amatir dan foto korban. Kekhawatiran makin tinggi karena jalur ini juga dilewati banyak orang.

“Kalau bisa cepat direalisasikan. Nyawa banyak taruhannya,” kata Alfadrus, seorang pengendara motor yang setiap hari melintas jalur itu.

Baca Juga: Kecelakaan Truk Rem Blong di Tiban, Satu Orang Tewas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: ANTARA/Candra Gunawan

Pos terkait