Karimun Tawarkan Diri Jadi Destinasi Investasi Singapura

Investasi singapura di karimun
Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, menghadiri perayaan HUT ke-60 Singapura di Batam, Kamis malam, 11 September 2025. GOKEPRI/MUHAMMAD RAVI

BATAM (gokepri) – Karimun ingin ikut kebagian ‘kue’ investasi Singapura yang selama ini lebih banyak mengalir ke Batam. Letak strategis di muara Selat Malaka membuat kabupaten ini percaya diri menatap peluang kerja sama lebih erat dengan Negeri Singa.

Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, menyampaikan hal itu usai menghadiri perayaan HUT ke-60 Singapura di Batam, Kamis malam, 11 September 2025. “Kami mengucapkan selamat ulang tahun kemerdekaan Singapura. Semoga hubungan baik ini membuka pintu lebih luas bagi Karimun,” ujarnya.

Karimun berhadapan langsung dengan Jurong Island, Singapura, dan Pelabuhan Tanjung Pelepas, Malaysia. Kondisi ini, kata Iskandarsyah, memberi potensi besar menjadikannya pusat investasi. “Kalau Batam sudah jadi tujuan utama, Karimun juga punya opportunity (peluang) besar,” ucapnya.

HBRL

Pemerintah Kabupaten Karimun bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau tengah memperkuat status kelembagaan kawasan perdagangan bebas (FTZ). Kementerian PANRB sudah memberi persetujuan, dan kini pembahasan lanjutan berlangsung di Kementerian Koordinator Perekonomian. “Harapannya kelembagaan FTZ lebih mandiri seperti Batam,” kata dia.

Selain investasi industri, Karimun juga melirik sektor maritim. Selama ini beredar isu soal keamanan kawasan labuh jangkar, tapi Iskandarsyah menepisnya. “Kami sudah koordinasi dengan Pelindo dan KSOP. Justru saatnya menarik kapal-kapal yang melintas di Selat Malaka untuk berlabuh di Karimun,” ujarnya.

Aktivitas kapal yang bisa dikembangkan, antara lain pembersihan tangki, perbaikan, pengisian bahan bakar, dan suplai air bersih. Namun, ia mengingatkan perlu ada penyederhanaan pemeriksaan kapal asing yang kini dilakukan banyak instansi. “Cukup satu lembaga saja, misalnya Bakamla,” kata Iskandarsyah.

Ia juga mendorong pembangunan pelabuhan kontainer skala besar di Karimun. Menurutnya, kondisi Singapura yang mulai penuh bisa membuka jalan kolaborasi baru. “Singapura overload. Kenapa tidak kami jadi mitra? Konsepnya walk together (jalan bersama), saling menguntungkan,” ujarnya.

Baca Juga: Pemkab Karimun Buka Peluang Investasi Dengan Syifa Grup dari Malaysia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait