Kantong Pembuangan Rp150 Ribu Sehari, Anggota DPRD Batam Minta Pemko Bantu Lansia Sakit

Biaya kantong pembuangan usus
Anggota DPRD Batam Ruslan Sinaga mengunjungi rumah Ibu Uun, janda lansia sakit di Tanjung Sengkuang, Batuampar, Batam, Kamis (28/8). Kunjungan dilakukan setelah laporan warga mengenai kondisi kesehatan dan ekonomi keluarga tersebut. Foto: istimewa

BATAM (gokepri) – Setiap hari, keluarga Uun harus menyiapkan kantong khusus yang harganya bisa menembus Rp150 ribu. Tanpa itu, perempuan tua di Tanjung Sengkuang ini tak bisa bertahan.

Uun, seorang janda lansia, terbaring lemah sejak operasi yang membuat ususnya berada di luar tubuh. Makanan dan minuman yang masuk langsung keluar ke kantong pembuangan yang harus diganti hingga tiga kali sehari.

“Kondisinya lemah. Kantong cepat penuh, sementara harganya mahal,” kata Elis, anggota keluarga Uun, Kamis (28/8).

Keluarga mengaku kesulitan membiayai kebutuhan harian. Bantuan pemerintah untuk lansia belum cair, sementara BPJS hanya menanggung operasi dan kontrol rutin. “Obat tetap bayar sendiri. Kami berharap ada bantuan dari pemerintah maupun donatur,” ujar Elis.

Biaya kantong pembuangan usus
Anggota DPRD Batam Ruslan Sinaga mengunjungi rumah Ibu Uun, janda lansia sakit di Tanjung Sengkuang, Batuampar, Batam, Kamis (28/8). Kunjungan dilakukan setelah laporan warga mengenai kondisi kesehatan dan ekonomi keluarga tersebut. Foto: istimewa

Laporan warga dan Ketua RW soal kondisi Uun sampai ke telinga Ruslan Sinaga, anggota DPRD Batam dari Fraksi Hanura. Ia datang ke rumah Uun di Batuampar, Kamis (28/8). Rumah Uun berlokasi di RT 003 RW 005 Blok B Nomor 49, Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar. “Saya melihat langsung, kondisinya sangat memprihatinkan,” kata Ruslan.

Menurut Ruslan, biaya untuk kantong pembuangan mencapai Rp150 ribu per hari. Ia berjanji menghubungi Dinas Sosial agar bantuan lansia segera disalurkan. “Kalau tidak ada bantuan pemerintah, keluarga ini pasti kewalahan,” ujarnya.

Ruslan juga menyebut kasus ini menunjukkan kesenjangan antara program bantuan pemerintah dan kebutuhan nyata warga. “Kami akan follow up langsung dan mengajak donatur untuk membantu,” katanya.

Ia berharap Pemerintah Kota Batam segera turun tangan agar beban keluarga Uun sedikit teringankan.

Baca Juga: Bertemu Ruslan Sinaga, Masyarakat Bengkong Minta Bantuan Lampu Jalan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti Fedro
Editor: Candra Gunawan

Pos terkait