Singapura (gokepri.com) – Singapura meluncurkan wisata kapal pesiar atau pelayaran (seacation) yang ramah Muslim. Salah satu layanan dari operator pelayaran Genting Cruise Lines, World Dream, mengikuti pedoman wisata halal yang ditetapkan Standards and Metrology Institute for the Islamic Countries (SMIIC).
Kini, World Dream mendapatkan sertifikasi dari United World Halal Development yang berbasis di Singapura. Dengan adanya sertifikasi itu, kini muslim bisa lebih leluasa dan nyaman plesiran dengan kapal pesiar tersebut.
Otoritas perjalanan halal Peringkat Bulan Sabit (Crescent Rating) juga telah menilai kapal pesiar ini. Otoritas perjalanan yang berbasis di Singapura ini mengatakan kepada Salaam Gateway, ini adalah pertama kalinya mereka melakukan penilaian sebuah layanan kapal pesiar.
“Berdasarkan layanan yang mereka (World Dream Cruise) tawarkan (makanan bersertifikat halal, fasilitas sholat, dan lainnya), mereka diberi peringkat Crescent Rating 5,” kata CEO Crescent Rating, Fazal Bahardeen, sebagaiana dilansir Salaam Gateway, Kamis (17/12).
Perusahaan tersebut menilai layanan perjalanan dan keramahan, seperti hotel dan restoran. Berdasarkan ketersediaan makanan halal, fasilitas sholat, layanan selama Ramadhan, dan tingkat kegiatan non-halal. Selain itu, tingkat keramahan Muslim juga diberi peringkat dari Bermanfaat (Crescent Rating 1, 2, 3), Mengakomodasi (4, 5) hingga Khusus (6,7). Fazal mengatakan tujuh adalah rating tertinggi.
World Dream memulai debutnya di pangkalan Singapura pada 6 November 2020. World Dream menawarkan perjalanan dua dan tiga malam.
Seorang juru bicara Genting Cruise Lines mengatakan, kapal tersebut memiliki dapur pusat bersertifikat halal dengan bahan-bahan bersertifikat halal untuk masakan halal, mushala dengan fasilitas Alquran, sajadah, dan kompas untuk menentukan arah kiblat. Selain itu, kapal itu juga akan melayani tamu selama Ramadhan dengan menu sahur dan buka puasa.
Menurut Fazal, memang sudah ada kapal pesiar di kawasan Asia Pasifik yang menyajikan makanan halal. Akan tetapi, menurutnya, World Dream adalah yang pertama merangkul pendekatan ramah Muslim yang lebih holistik, yang lebih dari sekadar memiliki dapur bersertifikat halal.
Fazal mengatakan, konsep ‘kapal pesiar halal/ramah Muslim’ telah dibicarakan sejak beberapa tahun belakangan. Menurutnya, semakin banyak minat dari Muslim sebelum Covid. Minat yang meningkat dari umat Islam itu mendorong beberapa kapal pesiar untuk memiliki dapur bersertifikat halal.
“Kami sekarang melihat dimulainya fase berikutnya dari pengembangan kapal pesiar ramah Muslim, dengan perusahaan seperti Dream Cruises mengambil lebih banyak langkah untuk membuatnya lebih ramah Muslim,” lanjutnya.
Sementara itu, warga Singapura sendiri telah beralih ke plesiran dengan kapal pesiar, karena perjalanan rekreasi internasional tetap tidak terjangkau. Namun, baru pekan ini seorang penumpang di kapal pesiar antah-berantah Royal Carribean dilaporkan telah dites positif Covid-19. Sehingga, membuat sekitar 2.000 penumpang kapal terpaksa kembali ke pantai sehari lebih awal. Penumpang yang terkena Covid-19 kemudian dinyatakan negatif tiga kali untuk virus corona baru.
Meski diluncurkan di tengah pandemi, namun Dream Cruises menekankan pada langkah-langkah pencegahan Covid-19. Tes cepat antigen Covid-19 wajib yang masing-masing seharga 60 dolar Singapura akan dilakukan pada semua tamu sebelum embarkasi. (nana)
Saat sektor perjalanan di Singapura terus melangkah dengan sangat hati-hati, Fazal mengatakan pasti ada pertumbuhan pasar di ceruk kapal pesiar yang ramah-Muslim.
“Seberapa besar proyeksi pasar dan bagaimana Covid-19 akan berdampak pertumbuhan dalam jangka menengah adalah sesuatu yang kami rencanakan untuk dilihat sebagai bagian dari laporan masa depan pada segmen ini,” tambahnya.








