BATAM (gokepri) – Pemerintah Kota Batam menyusun strategi atasi kemacetan parah, berencana bangun jalan baru dan flyover. Prioritas utama tetap pengembangan sumber daya manusia.
Wali Kota Batam sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, mengungkapkan rencana pembangunan sejumlah jalan baru dan flyover sebagai solusi jangka panjang kemacetan kota.
Amsakar menjelaskan beberapa jalur strategis sedang dalam tahap kajian. Di antaranya adalah rute dari Bukit Daeng menuju Tiban dan jalur dari kawasan Hotel Pasifik ke Nongsa. Kedua lintasan ini dinilai penting untuk memperluas konektivitas antarkawasan dan mengurangi kepadatan lalu lintas di jam sibuk.
Salah satu titik yang menjadi perhatian utama adalah kawasan Kepri Mall hingga Muka Kuning, yang menurut Amsakar sangat ideal untuk dibangun flyover. Kawasan industri Muka Kuning diidentifikasi sebagai simpul kemacetan terbesar di Batam karena menjadi titik temu arus kendaraan dari Sungai Beduk, Sagulung, dan Batu Aji, serta pekerja dari Nongsa.
“Kemacetan di pagi hari sangat terasa. Semua kendaraan menumpuk di Muka Kuning, ini harus segera dicari jalan keluarnya,” ujar Amsakar.
Situasi serupa juga terjadi di wilayah Sekupang, terutama akibat arus pegawai Pemko dan guru yang masuk kerja di waktu bersamaan.
Beberapa alternatif jalur baru yang tengah dikaji di antaranya:
* Jalur Simpang Bukit Daeng tembus ke SPBU Vitka
* Rute alternatif SP Plaza Sagulung – Batu Aji
* Simpang Muka Kuning melalui jalur pipa PT Moya ke Punggur
* Ring Road dari Hotel Pasifik ke Mentarau Tiban, namun jalur ini diperkirakan membutuhkan anggaran besar mencapai triliunan rupiah
“Untuk proyek-proyek ini, kita perlu dukungan dari pemerintah pusat. APBD atau PNBP BP Batam tidak akan cukup menutup kebutuhan anggaran,” kata Amsakar.
Selain membuka jalan baru, Pemko juga merencanakan pelebaran jalan dari Mall Pelayanan Publik hingga Nongsa. Amsakar menyebut pelebaran semata tak lagi memadai, sehingga harus dibarengi dengan pembangunan jalur baru dan flyover agar benar-benar mampu mengurai kemacetan.
Meski demikian, Amsakar menegaskan bahwa prioritas utama APBD Batam tetap pada pengembangan sumber daya manusia (SDM). Pemerintah terus mendorong program-program seperti beasiswa, bantuan untuk UMKM, hingga pemberdayaan kelompok rentan.
“Kami geser orientasi pembangunan dari sekadar infrastruktur ke pembangunan SDM. Negeri ini akan kuat kalau kualitas manusianya unggul,” tutup Amsakar.
Baca Juga: Atasi Macet di Batam, Amsakar Usulkan BRT dan LRT
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









