Singapura Buka Akses Perjalanan Bisnis untuk Semua Negara mulai Januari 2021

Singapura corona
Pemeriksaan virus corona di Bandara Changi, Singapura.

Singapura (gokepri.com) – Pemerintah Singapura mulai Januari 2021 akan membuka akses perjalanan untuk kunjungan bisnis dari semua negara. Disediakan jalur khusus untuk mengantisipasi penularan virus corona.

Langkah itu adalah sebagai bagian dari upaya untuk menghidupkan kembali sektor bisnis perjalanan dan perhotelan Singapura setelah dihantam corona.

Singapura telah menghabiskan miliaran dolar dalam upaya untuk melindungi ekonominya dari penurunan terburuk yang pernah terjadi.

HBRL

Singapura juga mencoba untuk membuka kembali perjalanan internasional saat bersiap menjadi tuan rumah pertemuan tahunan para pemimpin politik dan bisnis dalam Forum Ekonomi Dunia tahun depan.

Para pelancong pertama akan dapat tiba mulai paruh kedua Januari melalui jalur baru, yang akan terbuka bagi mereka yang datang untuk tinggal dalam jangka pendek hingga 14 hari, kata kementerian perdagangan dan industri Singapura dalam sebuah pernyataan.

Gelembung perjalanan (travel bubble) ini akan melengkapi pengaturan lain yang dimiliki Singapura untuk perjalanan bisnis termasuk dengan China, Jerman dan Indonesia.

Di bawah pengaturan terbaru itu, para pelancong yang berkunjung ke Singapura harus mematuhi protokol kesehatan dan pengujian yang ketat, dan harus tetap berada dalam “gelembung” di fasilitas terpisah. Demi mengendalikan virus corona di Singapura.

Misalnya, meskipun pelancong akan diizinkan untuk bertemu dengan pengunjung lokal, tetap akan ada pembatas — yang dipasang dari lantai ke plafon — yang memisahkan mereka.

Travel bubble adalah ketika dua atau lebih negara yang berhasil mengontrol atau menahan penyebaran virus corona sepakat untuk menciptakan sebuah gelembung atau koridor perjalanan. Gelembung itu akan memudahkan penduduk yang tinggal di dalamnya melakukan perjalanan secara bebas, dan menghindari kewajiban karantina mandiri.

Sebagai gambaran, pemerintah Indonesia juga resmi mengumumkan pembukaan akses perjalanan terbatas Singapura-Indonesia lewat regulasi Pengaturan Koridor Perjalanan atau Travel Corridor Arrangement (TCA). Kesepakatan yang sudah melalui pembahasan bilateral dengan Singapura itu berlaku 26 Oktober dan ada dua rute pintu masuk yakni Batam dan Jakarta.

Peluncuran TCA itu disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers virtual dengan awak media.

Menlu Retno mengatakan, pengaturan perjalanan ini disebut dengan Reciprocal Green Lane (RGL) oleh Singapura.

“Pada pagi hari ini, TCA atau RGL ini secara resmi saya luncurkan. Di hari yang sama, Singapura juga akan meluncurkan pengaturan ini,” kata Menlu Retno, Senin (12/10/2020).

Sesuai dengan kesepakatan dengan Singapura, pengaturan perjalanan baru akan berlaku 14 hari setelah pengumuman Senin ini. Ini artinya, TCA/RGL antara Indonesia dan Singapura baru akan berlaku pada 26 Oktober 2020.

(Can)

Sumber: Reuters

|Baca Juga: 

Pos terkait