BATAM (gokepri) – Tragedi menimpa sebuah tim sepak bola asal Pulau Nenek. Kapal longboat yang mereka tumpangi terbalik dihantam gelombang di Perairan Selat Nenek, Batam, pada Rabu (25/6) sore. Dari 13 penumpang, 11 ditemukan selamat, sementara dua lainnya masih dalam pencarian intensif tim SAR gabungan.
Laporan pertama diterima Kantor SAR Tanjungpinang pada pukul 17.50 WIB dari perangkat Desa Setokok, Zamri. Tak lama berselang, enam personel Pos SAR Batam langsung menuju lokasi dengan perahu karet dan perlengkapan SAR.
Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, Fazzli, menyatakan upaya pencarian membuahkan hasil cepat. “Total hingga pukul 22.00 WIB, sebelas korban telah ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar Fazzli dalam keterangan tertulis.
Sekitar pukul 16.30 WIB, enam korban pertama ditemukan selamat oleh warga di Perairan Setokok. Mereka adalah Rahel, Fery, Rico, Boge, Rehan, dan Andika.
Pada pukul 21.03 WIB, tim SAR gabungan menemukan empat korban lain, Tepok, Damar, Maher, dan Amirul, terapung bersama longboat yang terbalik. Hanya berselang 17 menit, satu korban tambahan, Papat, ditemukan selamat setelah hanyut hingga ke pesisir Pulau Luing.
Hingga pencarian dihentikan sementara pada pukul 22.00 WIB, dua korban—Fir dan Pa’i—masih dinyatakan hilang.

Menurut informasi, rombongan tersebut berlayar dari Pulau Nenek menuju Pulau Setokok untuk mengikuti pertandingan sepak bola. Sekitar pukul 16.00 WIB, di tengah perjalanan, kapal mereka dihantam gelombang dan terbalik.
Lokasi kejadian berada di koordinat 00° 54′ 38″ N 104° 01′ 47″ E, sekitar 26 kilometer dari Pos SAR Batam. Operasi SAR hari pertama melibatkan unsur Basarnas Tanjungpinang, Polair Polda Kepri, Polairud Polresta Barelang, Pos AL Kertang, BP Batam, Polsek Bulang, hingga warga setempat.
Pencarian menggunakan berbagai peralatan, termasuk rubber boat, drone thermal, hingga Aquaeye. Kondisi cuaca yang berawana dan hujan ringan dengan tinggi gelombang 0,5 hingga 1 meter menjadi tantangan utama, terutama pada malam hari.
Fazzli berharap pencarian hari kedua membuahkan hasil. “Fokus pencarian akan dipusatkan di area Selat Nenek dengan prediksi pergerakan arus,” katanya. Operasi pencarian direncanakan berlanjut pada Kamis (26/6) pukul 06.00 WIB.
Baca Juga: Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii Pimpin Basarnas
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









