BATAM (gokepri) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam merintis program pendidikan sarjana hukum bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP). Inisiatif ini bertujuan membekali narapidana dengan pendidikan yang lebih tinggi agar dapat menjalani hidup yang lebih baik setelah bebas.
“Kami sedang merintis program perkuliahan untuk warga binaan, supaya narapidana setelah bebas dari Lapas Batam jadi sarjana,” kata Kepala Lapas Batam Yugo Indra Wicaksi di Batam, Selasa (10/6/2025).
Yugo menjelaskan, program perkuliahan ini direncanakan gratis bagi narapidana, berkat kerja sama dengan Universitas Terbuka (UT) dan dukungan donatur. “Pada dasarnya kami ingin mengubah mereka menjadi lebih baik. Kami merintis perkuliahan gratisnya, supaya bebas nanti jadi sarjana,” ujarnya.
Kepala Seksi Pembinaan dan Pendidikan (Kasi Binadik) Lapas Batam Ganda Fernandy menambahkan, pihaknya telah menyaring dari 1.022 warga binaan yang ada di Lapas Batam untuk mengikuti perkuliahan gratis ini. Dari proses penyaringan awal, didapatkan 50 warga binaan yang memenuhi kriteria, seperti lulus SMA dan bersedia melanjutkan pendidikan ke strata satu.
Namun, setelah penyaringan lebih lanjut, hanya 11 warga binaan yang memenuhi persyaratan administrasi lengkap, seperti menyerahkan ijazah SMA, KTP, dan Kartu Keluarga. “Jadi dari 1.022 warga binaan, kami saring dapat 50 orang. Dari jumlah tersebut, disaring lagi hanya 11 yang mampu memenuhi persyaratan untuk mengikuti program kuliah ini,” kata Ganda.
Kasubsi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat) Lapas Batam Dedi Kurniawan menambahkan, Lapas Batam telah menjajaki kerja sama dengan Baznas Kota Batam untuk program kuliah gratis ini. Pasalnya, biaya perkuliahan satu semester bisa mencapai Rp3 juta, sehingga membutuhkan dukungan donatur.
“Baznas merespons positif program ini. Kami masih menunggu kerja sama lainnya dengan donatur yang mungkin bersedia membiayai pendidikan warga binaan ini,” ujar Dedi.
Jika program ini mendapatkan donatur, perkuliahan akan dilaksanakan di lingkungan lapas, baik secara luring maupun daring. Kurikulum pendidikan dan pengajar akan disediakan langsung oleh Universitas Terbuka.
Ganda dan Dedi optimistis program kuliah gratis bagi warga binaan pemasyarakatan ini dapat berjalan. Mereka meyakini, pendidikan akan memberikan kepercayaan diri bagi warga binaan untuk bisa menjalani hidup yang lebih baik setelah keluar dari penjara.
Sebelum merintis program kuliah gratis ini, Lapas Batam juga telah menjalankan program kursus Bahasa Jerman bekerja sama dengan PCNU Kota Batam. Program kursus bahasa Jerman yang diikuti 20 warga binaan tersebut masih berjalan hingga kini, dengan jadwal seminggu dua kali selama tiga bulan. ANTARA
Baca Juga: Lapas Batam Buka Layanan Kiriman Takjil dari Keluarga
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









