JAKARTA (gokepri.com) – Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI), Budi Setiyadi, menilai kebijakan tarif resiprokal Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap 185 negara, termasuk Indonesia, bisa berdampak buruk bagi industri nasional, termasuk sektor kendaraan listrik.
Meski Indonesia bukan pengekspor utama motor listrik atau komponennya ke Negeri Paman Sam, Budi memperingatkan bahwa dampak kebijakan tersebut bisa terasa secara tidak langsung.
“Kebijakan ini berisiko menekan daya beli masyarakat dan memicu inflasi. Negara-negara terdampak seperti China kemungkinan akan mencari pasar alternatif, termasuk Indonesia, sehingga kita harus waspada terhadap lonjakan produk impor,” ujar Budi dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/4/2025).
Baca Juga: Maka Motors Luncurkan Cavalry, Motor Listrik Tangguh dan Tahan Air
AISMOLI mendesak pemerintah segera mengambil langkah strategis agar industri lokal tak tergerus oleh dampak perang dagang. Menurut Budi, penguatan pasar domestik menjadi kunci untuk melindungi pelaku industri dalam negeri.
Ia juga menyoroti pentingnya penerapan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) secara konsisten guna mencegah dominasi produk asing. “TKDN harus dijaga ketat agar produk lokal tetap punya tempat di pasar dalam negeri,” tegasnya.
Dari daftar negara yang terdampak kenaikan tarif AS, Indonesia berada di posisi kedelapan dengan beban tarif 32 persen. Sementara negara ASEAN lainnya juga ikut terdampak, seperti Malaysia (24 persen), Kamboja (49 persen), Vietnam (46 persen), dan Thailand (36 persen).
Trump menyatakan tarif baru ini bertujuan mengembalikan keseimbangan perdagangan dan membuka lebih banyak lapangan kerja di AS. Dalam acara “Make America Wealthy Again” di Rose Garden, Gedung Putih, ia menyebut banyak negara telah merugikan AS lewat praktik perdagangan yang tidak adil. ANTARA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







