Perjanjian Johor-Singapura SEZ Diteken, Mesin Ekonomi Baru Tarik Investor Global

JS-SEZ
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong dan PM Malaysia Anwar Ibrahim saat mengesahkan kesepakatan terkait Zona Ekonomi Khusus Johor-Singapura pada 7 Januari. FOTO STRAITS TIMES: AZMI ATHNI

MALAYSIA (gokepri) — Singapura dan Malaysia sepakat membentuk kekuatan ekonomi baru. Kedua negara resmi menandatangani perjanjian pembentukan Zona Ekonomi Khusus Johor-Singapura (JS-SEZ) pada pertemuan puncak pemimpin kedua negara ke-11 atau Leaders’ Retreat di Putrajaya, Malaysia, Selasa 7 Januari 2025.

Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, dan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, hadir langsung dalam seremoni penandatanganan. PM Wong menegaskan, JS-SEZ bertujuan menciptakan lapangan kerja dan memperluas peluang ekonomi bagi masyarakat kedua negara.

“Selama negosiasi, kami melibatkan banyak pemangku kepentingan untuk memastikan JS-SEZ memiliki fondasi yang kuat bagi pertumbuhan bisnis jangka panjang,” kata Wong. Ia optimistis, proyek ini akan membawa manfaat signifikan bagi kedua negara.

HBRL

Wong menekankan, JS-SEZ akan memanfaatkan kekuatan komplementer kedua negara untuk menarik investasi global. Singapura telah berkomunikasi dengan sejumlah perusahaan yang berminat memperluas operasi mereka ke Johor. Namun, kata Wong, JS-SEZ bukan sekadar relokasi bisnis Singapura ke Johor, melainkan sebuah kolaborasi untuk menarik investasi global baru.

“Dengan mempromosikan zona ini sebagai destinasi investasi bersama, kami berharap dapat menarik lebih banyak modal dari seluruh dunia,” ujarnya. Wong menyebut JS-SEZ sebagai proyek penting untuk meningkatkan daya saing dan menarik investor ke kawasan tersebut.

Baca Juga:
KEK Batam dan KEK Johor-Singapura Berlomba Tawarkan Insentif Investasi

PM Anwar Ibrahim menyoroti keunikan inisiatif ini. “Sangat jarang dua negara bekerja sama erat seperti ini,” katanya. Stabilitas politik dan kebijakan ekonomi yang jelas di kedua negara, menurut Anwar, menjadi daya tarik tersendiri bagi investor.

JS-SEZ, yang pertama kali diumumkan pada Oktober 2023, dirancang untuk mempermudah pergerakan barang dan orang antara Johor dan Singapura. Pertemuan tahunan ini menjadi ajang penting bagi para pemimpin untuk mempererat kerja sama bilateral.

Wong menyinggung pertemuannya yang intensif dengan Anwar Ibrahim sejak kunjungan perdananya ke Malaysia pada Juni 2024. “Kami telah membangun hubungan yang solid berdasarkan kepercayaan, yang menjadi landasan kerja sama bilateral kita,” ujarnya.

Baca Juga:
Perjanjian Diteken November, KEK Johor Bakal Jadi Kompetitor KEK Batam

Tahun ini menandai 60 tahun hubungan diplomatik Malaysia-Singapura. Kedua negara juga sepakat memperkuat konektivitas transportasi, termasuk melalui proyek Kereta Api Cepat (RTS) Johor Bahru-Singapura yang ditargetkan beroperasi pada akhir 2026.

Selain JS-SEZ dan konektivitas, kedua pemimpin juga membahas isu-isu krusial seperti pengelolaan ruang udara, sumber daya air, dan delimitasi batas maritim. Wong mengakui kompleksitas persoalan ini, namun optimistis solusi yang saling menguntungkan dapat dicapai. “Kami akan terus berdiskusi secara konstruktif dan dalam semangat bertetangga yang baik,” tegasnya.

Anwar menambahkan, penyelesaian isu-isu tersebut harus menghasilkan win-win solution. Ia juga mendorong pertemuan rutin untuk memantau kemajuan dan mempercepat penyelesaian di tingkat teknis.

Kedua pemimpin sepakat untuk memperkuat kerja sama di bidang energi hijau, pendidikan, dan keberlanjutan. Wong juga menyampaikan dukungan penuh Singapura untuk kepemimpinan Malaysia di ASEAN pada 2025.

Anwar menyebut Singapura sebagai sekutu penting dan menegaskan komitmen Malaysia untuk memperdalam hubungan perdagangan dan investasi. “Kami berharap dapat terus bekerja sama dan mencapai lebih banyak hal sebagai dua negara sahabat,” pungkasnya. STRAITS TIMES

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait