BATAM (gokepri) – Pelabuhan Internasional Ferry Batam Center akan direnovasi pada 2025 untuk meningkatkan pelayanan bagi penumpang kapal feri internasional.
Direktur Utama Pelabuhan Internasional Ferry Batam Center, Victor Pujianto, mengatakan renovasi gedung pelabuhan akan dilaksanakan bertahap. “Sesuai perencanaan tahun depan, renovasi besar akan dilakukan dari lantai satu hingga tiga. Desember 2024 ini, renovasi bertahap sudah dimulai di lantai tiga. Lantai satu dan dua akan direnovasi bertahap pada 2025,” ujarnya di Batam, Jumat 27 Desember 2025.
Renovasi total akan difokuskan pada area dalam gedung pelabuhan. “Ada rencana renovasi besar tahun depan, termasuk penambahan luas area. Tata ruang akan diatur ulang karena kondisi pelabuhan yang sudah cukup tua. Fokusnya pada area dalam,” kata Victor.
Saat ini, Pelabuhan Internasional Ferry Batam Center memiliki tiga dermaga, namun hanya dua yang beroperasi untuk kapal feri internasional. “Dermaga tetap ada tiga, tapi sekarang dua yang beroperasi. Ini kadang mengganggu alur kedatangan dan keberangkatan,” jelas Victor.
Baca Juga:
PELABUHAN BATAM CENTER: BUP BP Batam Fokus Kualitas Layanan Selama Transisi
Penggunaan dua dermaga menyebabkan kepadatan pada jam-jam tertentu, terutama setelah makan siang. “Contohnya saat keberangkatan, selisih antaroperator feri hanya 10 menit. Ini yang menimbulkan penumpukan dan antrean kapal untuk bersandar,” tambahnya.
Selain penambahan fasilitas kepelabuhanan, Pelabuhan Batam Center juga akan meningkatkan fasilitas keimigrasian dengan memasang pintu perlintasan keimigrasian otomatis (autogate) di pintu kedatangan dan keberangkatan pada 2025.

Victor menjelaskan, penerapan autogate akan mempercepat proses pemeriksaan keimigrasian. “Targetnya, satu orang membutuhkan 15-20 detik dengan sistem autogate. Kecepatan ini sudah kami kalkulasi sebelumnya. Kami yakin penambahan lima unit autogate di kedatangan akan mengurangi waktu tunggu keimigrasian,” kata Victor.
Untuk diketahui, Badan Pengusahaan (BP) Batam mengumumkan PT Metro Nusantara Bahari sebagai pemenang lelang pengelolaan Pelabuhan Internasional Batam Center.
Pengumuman itu tercantum dalam surat hasil pelelangan pemilihan kerja sama Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center Nomor 22/PP.PBC/7/2024. Lelang pengelolaan Pelabuhan Batam Center itu telah dimulai sejak 29 April 2024 lalu. PT Metro Nusa Bahari menawarkan nilai investasi Rp81,24 miliar, dengan kontribusi sebesar Rp11 miliar dan kontrak hingga 25 tahun ke depan.
Baca Juga:
Metro Nusantara Bahari Teken Kontrak Kelola Pelabuhan Internasional Batam Centre
Kepala Pusat Perencanaan Program Strategis BP Batam, Fesly Paranoan pada Mei 2024 menjelaskan bahwa investasi pengembangan pelabuhan utama Batam tersebut sebesar Rp3,4 miliar.
Nilai investasi triliunan itu akan meliputi pembangunan gedung baru yang kapasitasnya lebih luas, pengoperasian dan pengembangan Terminal Ferry Internasional Batam Center. Tidak hanya itu, nilai investasi itu juga akan meliputi area komersial. Dari luas 2,9 hektare saat ini, nantinya akan diperluas hingga kurang lebih 24 hektare.
Dalam area pelabuhan tersebut, juga terdapat area komersil seperti hotel hingga mal. Termasuk kegiatan reklamasi yang akan dilakukan ke depannya.
“Kalau hitungan pengembalian modal Rp500 miliar itu, jika pelabuhannya seperti yang sekarang ini. Tapi nanti kita akan membuat terminal yang baru, yang kapasitasnya lebih besar. Karena kalau sekarang sudah over kapasitas, jadi butuh bangunan yang lebih besar lagi kapasitasnya dan lebih modern,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam kerja sama pembangunan, pengoperasian hingga pengembangan Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center ini sepenuhnya juga berasal dari pemenang tender. ANTARA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









