BATAM (gokepri) – BP Batam makin serius menarik investasi Singapura. Lewat sinergi dengan KBRI Singapura, menargetkan peningkatan investasi melalui 17 kawasan baru dan 20 proyek strategis.
Sejumlah pimpinan Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) melakukan kunjungan kerja ke Singapura pada Kamis (14/11/2024). Kunjungan ini diisi dengan pertemuan resmi dengan Wakil Ketua Duta Besar RI untuk Singapura, Sulistijo Djati Ismoyo, di Kantor Kedutaan Besar RI di 7 Chatsworth Road, Singapura.
Kunjungan dipimpin oleh Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Alexander Zulkarnain, yang didampingi Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol Ariastuty Sirait, Kepala Bagian Humas Sazani, Kepala Bagian Promosi Sofyan, dan Kepala Bagian Dukungan Strategis Pimpinan dan Protokol Sthefani Barlian.
Alexander menyatakan pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antara BP Batam dan KBRI Singapura guna mempercepat peningkatan investasi Singapura di Batam, khususnya di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.
“Kami menargetkan pertumbuhan ekonomi Batam yang progresif, terutama setelah mencapai 7,04 persen tahun lalu—angka yang melampaui pertumbuhan regional Kepri dan nasional. Target investasi Penanaman Modal Asing (PMA) tahun ini cukup besar, dan kami memerlukan langkah strategis untuk mencapainya,” ujar Alexander.
Baca: Izin Kawasan Industri Tanjung Sauh Terbit, Investasi Jumbo Menanti
Ia menambahkan Batam perlu lebih progresif dalam menarik investasi agar target kinerja bisa tercapai. “Kami siap memperbesar kolaborasi ini bersama KBRI agar investasi Singapura dapat terakselerasi lebih baik,” tambahnya.
Wakil Ketua Duta Besar RI, Sulistijo Djati, menyambut baik inisiatif BP Batam. Ia menegaskan dukungan KBRI terhadap promosi potensi investasi daerah-daerah di Indonesia, terutama dari Singapura yang selama ini menjadi investor terbesar di Indonesia maupun Batam.
“Sebagian besar investasi Singapura di Indonesia berfokus pada tiga sektor utama: perdagangan, pariwisata, dan investasi, yang sangat mendukung perekonomian nasional,” kata Sulistijo Djati.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas pula rencana kerja sama untuk menyosialisasikan potensi investasi Batam dan memperbarui informasi regulasi investasi di Indonesia. “Pada 2025, kita bisa kolaborasikan forum bisnis atau program ‘business connect’ untuk menyampaikan update regulasi dan potensi investasi di Batam kepada publik Singapura,” ujar Djati.
BP Batam menyambut baik usulan ini. Mereka telah merancang 17 Kawasan Investasi Baru dan 20 Proyek Strategis untuk ditawarkan dalam kerja sama investasi dengan Singapura di masa mendatang. BP BATAM
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








