Dosen UMRAH Kembangkan Biskuit Ikan Hiu, Solusi Gizi untuk Anak Usia Dini

Biskuit ikan hiu
Dosen UMRAH Doktor Lily Viruly sekaligus penemu formulasi biskuit ikan hiu untuk mencegah kasus stunting. Foto: Humas UMRAH via ANTARA

TANJUNGPINANG (gokepri) – Biskuit ikan hiu yang dikembangkan Dosen UMRAH Lily Viruly dapat menjadi camilan sehat untuk anak-anak di bawah dua tahun dan bisa mencegah stunting. Mengandung protein dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan biskuit berprotein tinggi lainnya.

Dosen Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Kepulauan Riau, Doktor Lily Viruly, menyampaikan biskuit berbahan dasar ikan hiu dapat menjadi camilan sehat bagi anak-anak di bawah usia dua tahun, membantu meningkatkan asupan gizi sekaligus mencegah stunting.

“Biskuit ini berperan penting dalam upaya pencegahan stunting. Berdasarkan penelitian, konsumsi biskuit secara rutin pada pagi dan sore hari terbukti mendukung pertumbuhan fisik anak usia di bawah dua tahun (baduta),” ungkap Lily, penemu formulasi biskuit ikan hiu dari Kampus UMRAH di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Jumat 25 Oktober 2024.

HBRL

Menurut Lily, biskuit ikan hiu ini memiliki kandungan protein dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan produk biskuit berprotein tinggi lain yang beredar di pasaran.

“Pemilihan ikan hiu sebagai bahan baku utama didasari oleh kandungan proteinnya yang sangat tinggi, mudah diperoleh di pasaran, serta harganya yang relatif terjangkau,” ujarnya. Lily juga menekankan bahwa ikan hiu ini aman dikonsumsi, sehingga menjadi pilihan tepat untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak.

Baca: Peduli Stunting, Srikandi PLN Batam Beri Pelatihan Kader Posyandu

Lily menambahkan ikan hiu yang digunakan dalam produk biskuit ini berasal dari jenis yang umum dijual di pasar dan bukan dari spesies yang dilindungi atau terancam punah.

“Kami telah melakukan sosialisasi pembuatan biskuit cookies ikan hiu kepada keluarga berisiko stunting di Desa Pengudang, Bintan. Biskuit ini juga telah diuji coba pada anak-anak baduta yang dijadikan panelis selama penelitian produk ini,” jelas Lily.

Secara terpisah, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kepri, Rohina, menyatakan hasil penelitian Doktor Lily diharapkan dapat memperkuat program pencegahan stunting di wilayah Kepri, serta mendukung terciptanya generasi emas yang sehat, kuat, dan berkualitas.

Rohina menyebut pihaknya telah meluncurkan produk inovatif hasil penelitian ini, berupa biskuit cookies dan snack bar berprotein tinggi yang difortifikasi dengan tepung ikan hiu.

“Produk ini dirancang sebagai camilan sehat bagi anak-anak yang tinggal di rumah asuh terintegrasi di Batam, dengan tujuan meningkatkan asupan gizi dan mendukung upaya pencegahan stunting di wilayah Kepri,” kata Rohina. ANTARA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait