KARIMUN (gokepri.com) – TNI AL bersama Indonesia Tionghoa (INTI) melaksanakan operasi katarak gratis secara serentak di seluruh Indonesia.
Khusus untuk Kepri, kegiatan itu dilaksanakan di Batam dan Karimun yang dimulai sejak 18 hingga 22 September 2024.
Untuk Batam, sebanyak 216 warga yang telah mendaftar, namun setelah dilakukan screening dan pengecekan kesehatan hanya 103 orang yang bisa menjalani operasi.
Begitu juga di Karimun, dari 167 orang yang mendaftar, ternyata hanya 77 orang yang layak menjalani operasi katarak. Untuk Karimun, operasi katarak dilaksanakan di RSUD Muhammad Sani.

Penutupan bakti sosial operasi katarak gratis dipimpin Panglima TNI, Agus Subiyanto yang dilakukan secara zoom serentak di 300 lokasi di Indonesia.
Sementara, untuk Kepri penutupan berlangsung di Mako Lanal TBK yang dihadiri Danlantamal IV Batam, Laksamana Pertama TNI Tjatur Soniarto yang didampingi Danlanal Karimun, Letkol Laut (P) Anro Casanova.
Kegiatan itu juga dihadiri Ketua Umum INTI Teddy Sugianto, Plt Sekda Karimun Djunaidy, Ketua DPRD Karimun Raja Rafiza, Direktur RSUD M Sani dr Rosdiana dan unsur pimpinan FKPD Karimun.
“Operasi Katarak gratis ini dalam rangka HUT TNI dan TNI AL yang ke 79,” ujar Danlantamal IV Batam, Laksamana Pertama TNI Tjatur Soniarto.

Kata Tjatur, operasi katarak gratis merupakan kerjasama TNI AL, INTI, Batam International Charity (BIC) dan Lentera Mata Indah.
“Bakti sosial operasi katarak gratis ini mengusung tema ‘Mata Sehat Menyongsong Indonesia Emas,” ungkap Tjatur.
Menurut dia, semua pihak yang terlibat dalam operasi katarak ini berupaya menyembuhkan mata yang kurang terang sehingga daapt melihat dunia kembali.
Salbiah, peserta operasi katarak gratis mengucap syukur kepada TNI AL, INTI dan semua pihak yang telah membantu kesembuhan matanya hingga bisa melihat kembali.
“Alhamdulillah, kedua mata saya bisa melihat kembali. Terima kasih bapak TNI, bapak-bapak dan ibu-ibu semua yang telah membantu kesembuhan mata saya,” ungkapnya.
Petugas dari INTI kemudian melakukan visus kepada wanita paruh baya ini, hasilnya kedua matanya bisa melihat kembali dengan visus normal, yakni 6/6. Artinya, dia secara normal dapat membaca huruf pada jarak 6 meter.
Penulis: Ilfitra









