Batam (gokepri.cm) – Sebanyak 7 ribu Pekerja Migran Indonesia (PMI) akan kembali ke Tanah Air melalui pintu pelabuhan Batam. Saat ini sudah ada 1.568 PMI yang ditempatkan di rusun.
Adanya varian Omicron Covid-19 membuat Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan Forkompinda perlu melakukan sejumlah langkah untuk mengatasi hal tersebut.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan mengingat banyaknya jumlah PMI yang akan pulang melalui Batam, tentu perlu disiapkan segala sesuatunya dengan baik, termasuk tempat karantina.
Ia menjelaskan ada beberapa opsi yang akan diambil sebagai solusi menyambut ribuan PMI yang akan tiba ke Batam hingga akhir tahun ini. Pertama menambah lokasi penampungan PMI.
BACA JUGA : Satpolairud Polresta Barelang Gagalkan Pengiriman PMI Ilegal ke Malaysia
“Rencananya akan ada tambahan dua tower (rusun) di lokasi yang sama, yang nantinya akan dibuka untuk PMI. Namun muncul persoalan lainnya yaitu ketersediaan tempat tidur di rusun,” kata Amsakar, Selasa 7 Desember 2021.
Berdasarkan informasi dari Dandim dalam rapat disampaikan setidaknya butuh dua ribu sampai dua ribu lima ratus tempat tidur, agar PMI ini bisa menjalani proses karantina selama 10 hari di Batam.
“Sekarang yang sudah ada itu 1. 600 bed. Jadi ini akan ditingkatkan. Untuk persoalan PMI ini merupakan wewenang provinsi, jadi hasil rapat akan kami sampaikan, dan diharapkan segera ada tindak-lanjut,” jelas Amsakar.
Ektra bed ini dibutuhkan, agar PMI bisa menempati rusun yang disiapkan Pemerintah Kota Batam. Nanti satu kamar akan ditingkat dari dua menjadi tiga tempat tidur.
Opsi kedua adalah menggunakan fasilitas hotel sebagai lokasi karantina PMI. Pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak hotel terkait karantina PMI ini. Hotel mana saja yang bisa dijadikan tempat karantina.
BACA JUGA : 255 PMI Masuk Batam Positif Covid-19, Satgas Pekerja Migran: Itu Hoaks
“Persoalan biaya nanti Pak Dandim yang tahu. Karena kalau kami membantu untuk lokasi. Sebab PMI ini kewenangan di tingkat Provinsi. Namun kami mendorong pemerintah pusat untuk membantu dan bisa mengirimkan bantuan untuk penanganan PMI di Batam,” jelasnya.
Selain itu, ada juga opsi membuka pintu masuk di daerah lain. Hal ini juga diusulkan sebagai opsi mengingat jumlah PMI yang akan masuk sangat banyak. Persoalan saat ini adalah daya tampung tempat karantina, serta fasilitas yang layak selama mereka menjalani karantina di Batam.
“Penanganan PMI ini menyangkut di semua lini, dan tidak saja kota, provinsi, bahkan pusat. Sebab kami juga harus berkomunikasi dengan KBRI di Malaysia. Jadi kompleks untuk penanganan PMI ini,” bebernya.
Ia berharap bantuan untuk penanganan PMI ini segera dikirim ke daerah. Sehingga proses kepulangan dan karantina PMI tidak terkendala.
Menurutnya, Batam dipilih sebagai pintu kepulangan PMI karena dinilai selama ini penanganannya yang baik. Dan hal itu dilakukan Pemko Batam bersama Forkompinda karena PMI adalah juga rakyat Indonesia yang sudah seharusnya dibantu.
“Mereka adalah saudara-saudara kita, yang memang harus kita bantu,” ujarnya.








