Karimun (gokepri.com) – Awal tahun 2022 menjadi catatan buruk dalam penanganan kasus Covid-19 di Karimun.
Sebenarnya, masyarakat Karimun merasa lega karena daerah setempat sudah dinyatakan aman dari penularan Covid-19.
Bahkan, selama 17 hari negeri berjuluk “Bumi Berazam” itu sudah zero dari kasus Corona.
Namun bagaikan ledakan bom, tiba-tiba muncul 7 kasus usai Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Ironisnya, kasus Covid-19 itu dibawa oleh ekspatriat yang bekerja di perusahaan produksi anjungan minyak dan offshore asal Italia di Desa Pangke Barat, Kecamatan Meral Barat.
Kedatangan ekspatriat tersebut lepas dari pengawasan Satgas Covid-19 Karimun. Karena, mereka masuk melalui Dermaga Untuk Kepentingan Sendiri (DUKS) di perusahaannya.
Masyarakat Karimun hanya dikejutkan dengan laporan Tim Satgas Covid-19 yang menyatakan 7 WNA dinyatakan positif Covid-19.
“Iya, ada 7 WNA yang positif Covid-19. Semuanya laki-laki,” ujar juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang juga Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Rachmadi.
Awalnya, pada 6 Januari 2022 hanya seorang ekspatriat di Karimun yang dinyatakan positif Covid-19.
“Penambahan 6 kasus baru ada kaitan dengan 1 kasus sebelumnya,” ungkap Rachmadi.
Munculnya satu kasus itu menggemparkan Karimun. Apalagi, yang terkonfirmasi positif adalah seorang ekspatriat.
Namun, masyarakat Karimun makin dikejutkan lagi dengan ledakan 7 kasus sekaligus.
“Mulai hari ini cegah dulu para pekeerja Saipem yang keluar masuk Karimun,” ujar IP, salah seorang warga Karimun.
Dirinya meminta agar pengawasan tenaga kerja asing yang masuk Karimun harus diperketat.
(penulis: Ilfitra)









