Batam (gokepri.com) – Sebanyak 3.400 nelayan sudah tercatat sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan
Hal itu dikatakan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batam Sekupang, Seto Tjahjono, Selasa, 5 Desember 2023.
Seto mengatakan, pihaknya terus melakukan upaya agar nelayan di wilayah setempat terlindungi Jamsostek atua BPJS Ketenagakerjaan.
Baca Juga: Kepri Targetkan 25.000 Rumah Nelayan Bersertifikat
“Sampai saat ini sudah 3.400 lebih nelayan yang sudah menjadi peserta BPJS dan itu menggunakan anggaran Pemko dan Pemprov Kepri, yang masing-masing 50 persen,” kata dia.
Menurutnya, risiko pekerjaan nelayan juga sama dengan pekerja di sektor informal lainnya, sehingga perlu mendapatkan perlindungan jaminan sosial melalui peserta BP Jamsostek yang memiliki banyak manfaat.
“Kebanyakan peserta mengikuti program yang meliputi jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, dengan iuran Rp16.800,” ujar dia.
Pihaknya juga bekerja sama dengan Agen Perisai BP Jamsostek yang berada di pulau-pulau penyangga untuk merealisasikan dan menerima iuran dari peserta.
“Peran perisai di pulau ini sangat penting, agar pembayaran iuran tersistem dan mereka bisa dapat perlindungan terus menerus,” kata Seto.
Pada 2024, BP Jamsostek mengharapkan jumlah nelayan yang akan menerima perlindungan sosial semakin bertambah sesuai dengan kemampuan anggaran pemerintah daerah masing-masing.
“Jadi pada Agustus 2022, Pemko dan Pemprov telah bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan di Kepri dalam rangka memberikan perlindungan kepada 34.000 nelayan yang ada di Kepri,” kata Seto.
Kemudian, Seto melanjutkan di tahun 2024 nanti jumlah nelayan yang menerima perlindungan akan ditambah sesuai dengan kemampuan anggaran pemerintah daerah masing-masing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Muhammad Ravi








