BATAM (gokepri) – Sebanyak 22 buaya yang lepas dari penangkaran di Pulau Bulan akibat banjir berhasil ditangkap kembali. Operasi gabungan yang melibatkan TNI AL, masyarakat, dan instansi terkait berlangsung sudah enam hari.
Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Lantamal IV, Mayor Marinir Rio Aditya mengatakan personel TNI bersama masyarakat dan instansi terkait yang tergabung dalam tim terpadu melakukan operasi pencarian dan evakuasi buaya.
Hingga 18 Januari 2025, sebanyak 22 ekor buaya berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup. “Operasi ini dilakukan sejak 13 Januari hingga tanggal 18 Januari 2025 sudah berhasil dievakuasi 22 ekor buaya dalam keadaan hidup,” katanya di Batam, Minggu 19 Januari 2025.
Rio menjelaskan operasi ini dikoordinasi di Pos Terpadu Satuan Tugas (Satgas) Penangkapan dan Evakuasi buaya yang berlokasi di Pos Pembinaan Potensi Maritim (Binpotmar) Mengkada. “Pos ini berperan penting sebagai pusat kendali operasi, tempat pengumpulan informasi, dan lokasi koordinasi antar tim,” katanya.
Operasi ini mencatat rincian evakuasi sebagai berikut: satu ekor di Pulau Mengakda pada 13 Januari; tiga ekor di lokasi yang sama pada 14 Januari; empat ekor di Pulau Buluh, Pulau Mengkada, Pulau Geranting, dan Teluk Paku pada 15 Januari; lima ekor di Sungai Lokan dan Teluk Paku pada 16 Januari; dan sembilan ekor di sekitar Pulau Mengakada, Teluk Sepaku, dan Sungai Jawa pada 17-18 Januari.
Menurut Rio, keberhasilan ini menunjukkan komitmen TNI AL dalam menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian ekosistem. Keberadaan Pos Terpadu Satgas di Pos Binpotmar Mengkada menjadi elemen kunci yang mendukung kelancaran operasi ini.
“Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap fasilitas penangkaran satwa agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya. ANTARA
Baca Juga:
13 Buaya Kembali ke Penangkaran Pulau Bulan, Perburuan Terus Berlanjut
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









