BATAM (gokepri) – Sebanyak 17.217 siswa di 23 sekolah berbagai kecamatan di Batam telah merasakan manfaat program makan bergizi gratis (MBG). Meski inisiatif ini belum melibatkan dapur dari pemerintah, enam dapur yang dikelola pihak swasta telah beroperasi, menjadi motor penggerak awal program penting ini.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, mengungkapkan saat ini seluruh dapur MBG masih dioperasikan oleh pihak swasta. Enam dapur yang telah aktif adalah Dapur Yayasan Darusholihin (dua lokasi di Batam Kota dan satu di Nongsa), Dapur Yayasan Yonkenedia (Sei Beduk), Dapur Sinergi Inklusi Akses Pangan (Bengkong), dan Dapur Yayasan Mataram Jaya Sentosa (Sekupang).
Tri mengakui Satuan Tugas Pangan dan Gizi (SPPG) tidak membangun dapur secara langsung. Namun, ia menjelaskan pembangunan dapur di daerah akan melibatkan Pemerintah Daerah, TNI, dan Polri. “Dalam waktu dekat, Polresta akan menjangkau wilayah Sei Beduk dengan 2 dapur. Kemudian BIN, rencananya 2 dapur, 1 di Nongsa dan 1 di Batu Besar Permai (BLP). Kodim akan membangun di Lubuk Baja dan Batam Kota. Alokasinya memang masih persiapan semua,” kata Tri.
Tri melanjutkan, target nasional pembangunan dapur MBG pada tahun 2025 adalah 1.500 unit, yang akan dibagi antara Pemda, TNI, dan Polri, sehingga diharapkan percepatannya signifikan. “Desember target penerima manfaat 82 juta siswa seluruh Indonesia. Di Batam, UMKM-nya agresif dan banyak yang mendaftar. Jika di-ACC pada 21 April 2025, mereka bisa beroperasi,” ujarnya.
Menurut perhitungan tim MBG, setiap dapur memiliki kapasitas maksimal melayani 3.500 siswa. Dengan target awal 20 dapur di Batam hingga akhir 2025, program ini diproyeksikan mampu menjangkau sekitar 57 ribu siswa, atau sekitar 19 persen dari total peserta didik di kota tersebut.
Pemerintah Kota Batam juga telah mengajukan usulan lahan kepada Badan Geospasial Nasional (BGN) melalui Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk mendukung pembangunan dapur umum tambahan. “Kami terus berkoordinasi dengan BGN agar mitra-mitra lainnya bisa memenuhi persyaratan operasional MBG di Batam. Dengan begitu, distribusi makanan akan lebih optimal dan menjangkau lebih banyak siswa yang membutuhkan, terutama selama bulan Ramadan ini,” kata Tri.
Tri menambahkan, antusiasme masyarakat, terutama pelaku UMKM, untuk berpartisipasi dalam program MBG sangat tinggi. Sejumlah UMKM telah mendaftar secara mandiri untuk menjadi bagian dari pelaksana program ini. “Target kita masih di angka 20 dapur. Namun, kemungkinan bisa bertambah karena alhamdulillah banyak UMKM yang mendaftar secara mandiri untuk bergabung. Hanya saja, mereka masih dalam proses verifikasi dan validasi oleh BGN,” jelas Tri.
Program MBG ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan gizi anak usia sekolah, menekan angka stunting, dan sekaligus memberdayakan pelaku usaha lokal dalam menyediakan makanan sehat dan bergizi.
Berikut adalah daftar 23 sekolah di Batam yang telah menerima manfaat program MBG:
1. SDN 005 Sekupang
2. SDN 004 Sekupang
3. SMP Negeri 16 Batam
4. SDN 009 Sei Beduk
5. TK Ar- Rasyid Sei Beduk
6. SDN 008 Sei Beduk
7. SDN 005 Sei Beduk
8. SD Miftahul Hasanah
9. SDN 008 Nongsa
10. SDN 002 Nongsa
11. SMP Putra Persada Nongsa
12. SDN 010 Bengkong
13. SDN 003 Bengkong
14. SMP Negeri 30 Batam
15. SDN 006 Bengkong
16. SMP Negeri 10 Batam
17. SDN 005 Batam Kota
18. SMP Negeri 6 Batam
19. SMP Negeri 31 Batam
20. SMP Negeri 12 Batam
21. SDN 007 Batam Kota
22. SDN 003 Batam Kota
23. SD-IT Al-Farabi Batam
Baca Juga: Batam Tambah Dapur MBG di Sekupang, Perluas Sasaran Penerima
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








