Batam (gokepri.com) – Potensi pasar ekonomi digital di Indonesia membuat perusahaan teknologi finansial merambah Tanah Air. Didukung Allianz, salah satu perusahaan tekfin asal Hong Kong, WeLab, ancang-ancang membuka cabang.
Perusahaan itu bernama WeLab Hong Kong. Mereka membeli saham mayoritas PT Bank Jasa Jakarta, perusahaan pemberi pinjaman komersial.
WeLab menyasar pangsa pasar bank digital Tanah Air karena melihat Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi digital yang tumbuh tercepat di Asia.
WeLab akan meluncurkan bank digital pada paruh kedua tahun 2022 di Indonesia.
WeLab yang didukung oleh Allianz dan TOM Group milik miliarder Li Ka-Shing, telah mendapatkan dana segar USD240 juta dari investor untuk mendanai kesepakatan tersebut.
Grup yang dinakhodai WeLab mengakuisisi saham 24 persen dari PT Bank Jasa Jakarta.
“(Kami) akan membeli sisa saham mayoritas setelah persetujuan peraturan,” ujar WeLab, Selasa 7 Desember 2021, seperti dikutip dari Reuters.
PT Bank Jasa Jakarta memiliki aset senilai Rp6,6 triliun, termasuk pinnjaman Rp2,6 triliun rupiah dan simpanan Rp4,9 triliun, berdasarkan laporan keuangan pada akhir kuartal ketiga 2021.
Bank digital Indonesia ini akan menjadi yang kedua bagi WeLab di Asia setelah secara resmi diluncurkan di Hong Kong pada tahun 2020. Perusahaan mengatakan sekarang memiliki lebih dari 150.000 pelanggan.
Indonesia menjadi salah satu tujuan perusahaan teknoloagi karena besarnya pangsa pasar ekonomi digital.
Menurut laporan Bank Dunia (World Bank), hanya 52 persen rumah tangga yang memiliki akses ke rekening bank sementara sebagian besar memiliki akses ke ponsel yang mendukung internet.
Sebelum WeLab, dengan boomingnya ekonomi internet Indonesia, pemberi pinjaman regional DBS Group dan United Overseas Bank telah meluncurkan penawaran digital, sementara GoTo, perusahaan teknologi top negara itu, telah berinvestasi di Bank Jago.








