Batam (gokepri.com) – Pelebaran jalan Simpang Barelang membuat debu tebal terbang ke mana-mana. Beberapa warga merasa terganggu tiap melintas di jalan itu sampai harus mencari jalan pintas untuk sampai tujuan.
Keluhan datang dari Ridho, warga Tembesi. Pria yang bekerja di Muka Kuning itu saban hari melintas di Simpang Barelang. Jam pulang kerja sore hari dia mengeluh Tembesi-Muka Kuning macet panjang, berangkat pagi menghirup polusi udara dari debu jalanan.
“Debunya tidak tahan,” ujar Ridho, Senin (18/10) pagi.
Ridho sampai-sampai harus menempuh jalan memutar supaya bisa menghindari macet dan debu. Ia juga mengutarakan kenapa pelebaran jalan di persimpangan menuju Jembatan Barelang-Batu Aji-Muka Kuning tidak selesai-selesai. “Kadang saya mutar lewat jalan tikus biar tidak kena macet,” sambung pria berusia 23 tahun itu.
Setali tiga uang dengan Alfine, 25 tahun. Ia merasa terganggu dengan lambannya proyek pelebaran jalan di sana padahal jalan tersebut adalah akses utama Muka Kuning-Batu Aji. “Sangat menggangu sekali ya. Semoga cepat -cepat selesai lah soalnya ini kan jalan utama,” kata Alfine di lokasi.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Batam, Yumasnur menyatakan pelebaran jalan di Simpang Barelang rampung pada akhir tahun 2021.
Pihaknya akan berusaha secepatnya menyelesaikan pelebaran jalan di lokasi tersebut. Ia juga meminta kepada pengguna jalan agar bersabar. Sebab, pelebaran jalan di lokasi akan diselesaikan segera mungkin.
“Kurang lebih akhir tahun ini selesai, akan kami kebut,” katanya melalui pesan WhatsApp. (Engesti Fedro)
|Baca Juga: Setelah Simpang Barelang, Penataan Simpang Basecamp dan Fanindo Menyusul








