BATAM (gokepri.com) – Warga di kawasan Tanjung Sengkuang berharap distribusi air bersih menggunakan mobil tangki dapat dilakukan setiap hari menyusul semakin sulitnya pasokan air yang diterima masyarakat setempat.
Ketua RW 03 Zainudin mengatakan kualitas air yang diterima warga saat ini juga jauh dari kata layak sehingga sebagian besar warga harus menyaring ulang sebelum digunakan.
“Air yang kami terima kualitasnya jauh dari kata layak. Warga harus menyaring lagi. Air itu biasanya hanya dipakai untuk mandi dan mencuci, sementara untuk minum kami terpaksa membeli air galon,” kata Zainudin.
Ia menjelaskan, di wilayahnya terdapat sekitar 280 kepala keluarga yang bergantung pada distribusi air dari mobil tangki. Namun jumlah armada yang tersedia dinilai belum mencukupi kebutuhan warga.
Menurut dia, satu armada mobil tangki membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam hingga dua jam untuk proses distribusi air ke warga sehingga dalam sehari jumlah rumah yang dapat dilayani sangat terbatas.
“Armada mobil tangki harus ditambah. Kalau hanya seperti sekarang, tidak semua warga bisa mendapat air. Kadang sampai malam baru selesai,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, Harun, yang menilai distribusi air menggunakan mobil tangki saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Ia menjelaskan dalam satu RW terdapat sekitar lima RT. Jika satu wilayah hanya mendapatkan jatah sekitar 10 mobil tangki, jumlah tersebut dinilai tidak mencukupi kebutuhan seluruh warga.
“Itu tidak maksimal dan tidak mencukupi, sementara kondisi air makin parah. Bukannya makin bagus, malah makin memburuk,” katanya.
Selain keterbatasan armada, warga juga mengeluhkan skema pembagian air dari mobil tangki yang dinilai tidak sebanding dengan kebutuhan keluarga. Saat ini satu mobil tangki dibagi untuk empat rumah dengan jatah dua drum per rumah.
Padahal jumlah anggota keluarga setiap rumah berbeda-beda. Menurut Harun, jatah tersebut sering kali tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kalau dua drum itu mana cukup untuk satu hari. Saya saja enam anggota keluarga, tentu sangat kurang,” ujarnya.
Warga juga menyebut sempat terjadi ketegangan antarwarga ketika mobil tangki hendak mengantar air ke salah satu wilayah karena sebagian warga lain merasa sudah memesan air selama dua hingga tiga hari namun belum juga mendapatkan kiriman.
“Kadang antar RT pun sering berselisih,” kata dia.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan pengelola layanan air bersih di Batam segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi persoalan tersebut, terutama menjelang bulan Ramadan ketika kebutuhan air rumah tangga meningkat.
Penulis: Engesti








