Batam (Gokepri.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Provinsi Kepulauan Riau menyebut tak ada anggaran untuk pengadaan sarana pemadaman kebakaran di Pulau Buluh. Begitu juga pengadaan di pulau lainnya.
“Mahal. Mereka minta pompa air. Itu perawatannya mahal. Kalau tidak dipakai dia bisa berkarat. Tentu kita dokaan supaya tidak ada kebakaran,” kata Wali kota Batam Muhammad Rudi, Rudi 20 Juli 2023.
Ia mengatakan Pemerintah Kota Batam hanya bisa memberikan pengetahuan pencegahan kebakaran di wilayah itu.
Baca Juga: Warga Pulau Buluh Minta Pompa Air untuk Antisipasi Kebakaran
“Nanti dari damkar diberikan pengetahuan preventif jadi masyarakat tahu,” kata dia.
Ia meminta kepada Kepala Damkar lebih aktif memberikan pelatihan mitigasi kebakaran kepada masyarakat di daerah pesisir. Begitu juga pengadaan pompa air tanpa melalui dana APBD.
“Kepala Damkar lebih aktif lah cari CSR (corporate social responsibility) jangan pasif,” kata dia.
Setelah adanya musibah kebakaran di Pulau Buluh, Rabu 19 Juli 2023 pagi, Pemko Batam langsung bergegas memberi bantuan logistik ke sana.
Dalam peristiwa kebakaran itu 9 rumah rusak berat. Dari kejadian itu terdapat 11 keluarga kehilangan tempat tinggal dan seorang lansia meninggal dunia.
Usai kejadian itu warga mengeluhkan tidak adanya pompa air yang tersedia dari Pemko Batam di pulau tersebut. Pompa air itu kata warga telah diminta setiap tahun melalui Musrenbang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti









