Vaksinasi Covid-19 untuk Masyarakat Akhir April hingga Mei

Vaksinasi
Seorang dokter diperiksa suhu tubuhnya sebelum menerima vaksin Covid-19 di Jakarta baru-baru ini. (FOTO: REUTERS/WILLY KURNIAWAN

Batam (gokepri.com) – Vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat umum mulai diberikan akhir April hingga Mei. Jadwal ini setelah tenaga medis, pekerja publik dan lansia.

“(Vaksinasi) akan dilakukan untuk 1,4 juta kesehatan antara Januari hingga Februari, setelah itu 17 juta pekerja publik akan divaksinasi, kemudian kami akan memberikan vaksin untuk 25 juta lansia,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam acara Kompas100 CEO Forum, Kamis (21/1/2021).

Pemerintah berencana memvaksinasi 181,5 juta penduduk untuk mewujudkan kekebalan komunal terhadap COVID-19.

Vaksinasi gelombang pertama dilaksanakan Januari hingga April 2021 dengan sasaran 1,3 juta petugas kesehatan di 34 provinsi, sebanyak 17,4 juta petugas publik, dan 21,5 juta warga lanjut usia.

Vaksinasi gelombang kedua akan dilaksanakan pada April 2021 sampai Maret 2022 dengan target 63,9 juta warga di daerah dengan risiko penularan tinggi dan 77,4 juta anggota masyarakat lain dengan pendekatan klaster sesuai dengan ketersediaan vaksin.

Pemerintah sudah mengonfirmasi pemesanan 329,5 juta dosis vaksin COVID-19 dari beberapa produsen vaksin, termasuk perusahaan farmasi Tiongkok, Sinovac; produsen vaksin Amerika Serikat-Kanada Novavax; perusahaan farmasi Inggris AstraZeneca; serta perusahaan farmasi Jerman dan Amerika Serikat Pfizer BioNTech.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan vaksin merupakan program sosial.

Vaksinasi, bukan hanya untuk melindungi satu orang, sehingga masyarakat harus bersabar.

“Untuk membangun herd immunity. Bukan produk individu, ini sosial. Vaksin bukan untuk melindungi kita saja, tapi keluarga, tetangga seluruh rakyat Indonesia,” kata Budi.

|Baca Juga: Polresta Barelang Kawal Vaksinasi Tenaga Medis di Galang

Sementara itu, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa pemerintah masih mengkaji mekanisme pelaksanaan vaksinasi COVID-19 secara mandiri dalam upaya mempercepat pencapaian kekebalan komunal.

“Banyak dari perusahaan, para pengusaha menyampaikan ‘Pak, bisa tidak kita vaksin mandiri?’ Ini yang baru kita akan putuskan,” kata Presiden di Istana Negara Jakarta, Kamis, pada pembukaan Kompas100 CEO Forum Tahun 2021.

“Karena apa? Kita perlu mempercepat, perlu sebanyak-banyaknya, apalagi biaya ditanggung oleh perusahaan sendiri, kenapa tidak?” kata Presiden melalui telekonferensi video.

Presiden mengemukakan bahwa mekanisme vaksinasi COVID-19 secara mandiri harus dipersiapkan dengan baik.

“Tetapi sekali lagi, harus kita kelola isu ini dengan baik, mungkin bisa diberikan asal merek vaksinnya berbeda, untuk tempat vaksin juga berbeda bisa dilakukan,” katanya.

Pemerintah sudah mulai melaksanakan vaksinasi COVID-19. Presiden mengatakan bahwa pemerintah berusaha mempercepat pelaksanaan vaksinasi untuk mengendalikan penularan virus corona.

“Bagaimana bisa dipercepat? Bagaimana bisa di lakukan sebanyak-banyaknya dalam tempo yang cepat-cepatnya karena kita punya kekuatan kurang lebih 30 ribu vaksinator, ada kurang lebih 10 ribu puskesmas, ada kurang lebih tiga ribu rumah sakit yang bisa kita gerakkan,” katanya.

Ia mengatakan, bila satu petugas vaksinasi bisa memvaksinasi 30 orang setiap hari maka dalam sehari hampir satu juta orang bisa divaksin.

“Angka yang besar sekali, ini kekuatan kita ada di sini. Negara lain tidak punya puskesmas, tapi kita memiliki, yang setiap tahun juga melakukan imunisasi terhadap anak-anak kita,” katanya.

“Inilah kenapa pernah saya mengatakan sebetulnya tidak ada setahun seharusnya vaksinasi bisa kita selesaikan karena angka-angkanya yang kita hitung kita bisa,” kata Presiden.

(Can)

|Baca Juga: Penerima Vaksinasi Covid-19 Bisa Registrasi di WA 081110500567

BAGIKAN