Truk Sampah di Batam Banyak yang Tak Layak, DPRD Desak Solusi Cepat

pengelolaan sampah batam
Pjs Wali Kota Batam, Andi Agung, melakukan peninjauan armada pengangkut sampah yang tidak layak pakai di TPA Punggur, Batam, pada Sabtu, 28 September 2024. Andi menekankan pentingnya pengelolaan sampah yang baik untuk menjaga kebersihan kota. Foto: istimewa

BATAM (gokepri.com) – Pengadaan truk sampah baru di Kota Batam terus menjadi sorotan. Wakil Ketua III DPRD Batam, Hendra Asman, menegaskan bahwa anggaran untuk pengadaan truk sampah sudah tercantum dalam dokumen Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) dan diusulkan untuk tahun 2025.

Hendra menilai peremajaan armada truk sampah adalah kebutuhan mendesak yang sudah lama diaspirasikan masyarakat.

“Sebentar lagi akan dibahas bersama Badan Anggaran, dan kami berupaya memaksimalkan program ini,” ujarnya, Senin, 4 November 2024.

HBRL

Baca Juga: Banyak Truk yang Bolong, Batam Butuh Peremajaan Armada Angkut Sampah

Ia mengungkapkan kondisi armada saat ini tidak memadai, yang berdampak buruk pada kebersihan kota.

“Ini menjadi perhatian bersama, dan saya yakin dengan kepemimpinan yang baru, kita bisa menyelesaikan persoalan, baik dari hulu hingga hilir,” tegas politisi Golkar itu.

Hendra juga mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam agar lebih serius dan konsisten dalam mengelola sampah.

“Jika memang tidak sanggup mengelola, katakan tidak sanggup,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Batam, Andi Agung, menegaskan komitmennya untuk memperbaiki tata kelola persampahan.

Pengadaan truk sampah baru menjadi salah satu prioritas dalam usulan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025, dengan DLH Batam mengajukan anggaran sebesar Rp16 miliar.

Sementara itu, Kepala Ombudsman RI perwakilan Kepulauan Riau, Lagat Parroha Patar Siadari, menyoroti keluhan masyarakat terkait lambannya pengangkutan sampah. Menurutnya, banyak warga melaporkan bahwa sampah sering kali baru diangkut setelah 10 hari.

“DLH sebelumnya berjanji akan mengangkut sampah dua kali dalam seminggu, namun pelaksanaannya masih jauh dari harapan,” ujar Lagat.

Ia menilai pengelolaan yang kurang optimal ini perlu segera diperbaiki agar kebersihan dan kenyamanan di Batam terjaga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait