BATAM (gokepri.com) – Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) lintas negara atau cross border oleh wisatawan mancanegara (wisman) di Kepulauan Riau terus menunjukkan peningkatan, dengan transaksi pengguna asal Malaysia mencapai 345.795 transaksi hingga Juli 2026.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepri Rony Widijarto mengatakan, transaksi QRIS cross border menjadi salah satu indikator meningkatnya penggunaan pembayaran digital oleh wisatawan asing selama berada di Kepri.
“Transaksi QRIS cross border di Kepri menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun,” kata Rony dalam kegiatan Bincang Bareng Media (BBM) di Kantor BI Kepri, Selasa (15/9).
Berdasarkan data BI Kepri, transaksi QRIS cross border inbound dari pengguna Malaysia hingga Juli 2026 mencapai 345.795 transaksi dengan nilai sekitar Rp121,06 miliar. Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, volume transaksi tersebut meningkat 532 persen, sedangkan nominal transaksi melonjak 636 persen.
Pertumbuhan tersebut melanjutkan tren peningkatan transaksi QRIS oleh pengguna Malaysia di Kepri. Pada 2024, transaksi tercatat sebanyak 30.009 transaksi dengan nominal Rp7,86 miliar.
“Jumlah itu kemudian meningkat menjadi 186.116 transaksi dengan nominal Rp55,38 miliar pada 2025,” ujar dia.
Selain Malaysia, wisatawan asal Singapura juga semakin aktif menggunakan QRIS selama berada di Kepri.
Hingga Juli 2026, transaksi QRIS cross border inbound pengguna Singapura mencapai 41.121 transaksi dengan nominal Rp16,50 miliar.
Secara tahunan, volume transaksi tersebut tumbuh 259 persen, sementara nominalnya meningkat 304 persen.
Tren peningkatan juga terlihat pada pengguna QRIS dari negara lain.
Transaksi pengguna Thailand hingga Juli 2026 tercatat sebanyak 1.522 transaksi dengan nominal Rp145,85 juta. Sementara transaksi pengguna China yang tercatat sejak Mei hingga Juli mencapai 72.670 transaksi dengan nilai Rp32,20 miliar.
Adapun transaksi pengguna asal Korea Selatan yang mulai tercatat sejak April 2026 mencapai 90 transaksi dengan nominal Rp31,46 juta hingga Juli.
“Pertumbuhan transaksi tersebut menunjukkan QRIS semakin digunakan sebagai sarana pembayaran bagi wisatawan asing ketika melakukan berbagai aktivitas ekonomi di Kepri,” ujar dia. *
Penulis: Engesti









