Tiga Wanita Disekap di Batam, Lapor Polisi Via WhatsApp

Tiga wanita disekap di sebuah rumah di kawasan Sagulung. Foto: Gokepri.com/Engesti

BATAM (gokepri.com) – Tiga wanita di Batam mengaku disekap di rumah yang berada dibilangan Pokok Jengkol, Kelurahan Sei Binti, Kecamatan Sagulung, Batam Kepulauan Riau.

Hal itu diketahui, saat salah satu korban melaporkan masalah mereka ke Polsek Sagulung melalui pesan WhatsApp.

Pihak kepolisian langsung turun ke lokasi untuk memastikan laporan itu dan benar ketiganya disekap di rumah yang ada di kawasan itu.

HBRL

“Mereka mengaku disekap di rumah, tidak boleh keluar, dan pintu digembok,” kata  Kapolsek Sagulung Iptu  Nyoman Ananta Mahendra kepada wartawan, Selasa 14 Februari 2023.

Polisi bilang, saat di lokasi pihaknya berhasil mengamankan tiga wanita bernama Cut Suci Nasyatul (30) asal Aceh, Sonia Putri Nurhayati (22) asal Selatpanjang dan Alin Takazily (27) dari Kota Bitung, Sulawesi Utara.

“Tiga korban berasal dari luar Batam kita bawa ke Polsek untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata dia.

Selain itu polisi juga mengamankan pemilik rumah yakni Henny Fitriawati Hasibuan dan sejumlah barang bukti.

Dari hasil pemeriksaan sementara korban mengaku dijanjikan bekerja diluar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal. Namun, sebelum berangkat mereka disuruh tinggal di rumah itu untuk sementara.

“Rencana korban hendak di berangkatkan ke luar negeri. Seraya menunggu korban tinggal dulu di rumah pelaku,” kata dia.

Sementara Pemilk rumah Henny mengakui  dirinya menggembok pintu rumah untuk menjaga keselamatan ketiga wanita itu. Hal itu dilakukannya lantaran khawatir sebab lingkungan di tempat sangat rawan dan berbahaya.

“Jujur saya tidak ada niat untuk mengurung mereka, karena lingkungan sini lokalisasi, takut terjadi penyimpangan, saya yang ditegur oleh agensinya,” kata Henny.

Henny mengatakan korban rencananya akan dikirim kerja untuk ke luar negeri tanpa biaya sepersen pun. Namun, jika sudah bekerja di luar negeri gaji mereka akan dipotong.

“Iya benar ada rencana akan kirim mereka ke luar negeri. Tidak ada izin perusahaan. Jujur saya belum ada uang untuk mengurus izin secara resmi,” kata dia.

Baca Juga: Sembilan Pelajar SPN Dirgantara Batam Dikurung dan Dirantai

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

Pos terkait