Tiga Kali Beruntun Juara, PSV Eindhoven Cetak Sejarah di Eredivisie

Psv juara
Pelatih PSV Eindhoven Peter Bosz. REUTERS

Feyenoord gagal menang di Volendam dan PSV Eindhoven pun resmi juara Eredivisie untuk ketiga kalinya berturut-turut. 

BATAM (gokepri) – Tidak perlu menunggu peluit akhir di Philips Stadion. Ribuan pendukung PSV Eindhoven sudah tumpah ke jalanan kota Eindhoven pada Minggu, 6 April, begitu kabar dari Volendam tiba: Feyenoord hanya bermain imbang 0-0. Gelar juara Eredivisie musim 2024-25 pun resmi milik PSV—untuk ketiga kalinya berturut-turut.

Kepastian itu datang bukan dari kemenangan PSV sendiri, melainkan dari kegagalan rival terdekat mereka. Sehari sebelumnya, Sabtu, PSV mengalahkan FC Utrecht 4-3 dalam laga dramatis di kandang. Kemenangan itu mendongkrak koleksi poin PSV menjadi 71 dari 29 pertandingan. Feyenoord, satu-satunya tim yang secara matematis masih bisa mengancam, wajib menang di Volendam. Mereka tidak mampu. Hasil imbang tanpa gol itu membuat Feyenoord tertinggal 17 poin dari PSV dengan lima laga tersisa.

HBRL

Baca Juga: PSV Diambang Sejarah, Kunci Gelar Juara Eredivisie Tercepat

Tiga gelar berturut-turut bukan prestasi sembarangan dalam sepak bola Belanda. PSV mencatatkan sejarah ini untuk ketiga kalinya—sebuah pencapaian yang hanya pernah mereka capai dua kali sebelumnya. Pertama antara 1986 dan 1989, saat PSV memenangkan empat gelar beruntun. Kemudian terulang antara 2005 dan 2008, juga empat kali beruntun.

Kini, dengan total 27 gelar liga, PSV hanya tertinggal dari Ajax Amsterdam yang mengoleksi 36 titel—rekor yang selama puluhan tahun tampak tak terjangkau. Jarak itu kini perlahan menyempit.

Musim depan, PSV akan kembali berlaga di fase grup Liga Champions untuk keempat kalinya secara berturut-turut. Slot grup juga terbuka untuk runner-up Eredivisie, sementara peringkat ketiga masuk ke babak kualifikasi ketiga kompetisi yang sama.

Di bawah PSV, klasemen Eredivisie menyimpan drama tersendiri. Feyenoord, yang musim lalu tampil sebagai penantang serius, kini hanya unggul satu poin dari NEC Nijmegen—tim yang tampil sebagai kejutan musim ini. Twente bergerak naik ke posisi keempat setelah mengalahkan Ajax 2-1 di kandang lawan pada Sabtu.
Ajax, raksasa historis sepak bola Belanda, kini terpuruk di luar empat besar. Ironi yang tidak kecil bagi klub dengan 36 gelar liga itu.

Di tengah selebrasi, ada kabar yang meredam sebagian kegembiraan. Kapten PSV, Jerdy Schouten, mengalami cedera ligamen cruciate anterior saat laga melawan FC Utrecht, Sabtu. Cedera itu memastikan gelandang berusia 29 tahun itu absen dari Piala Dunia yang digelar Juni mendatang.

Schouten adalah salah satu pilar permainan PSV musim ini. Kepergiannya dari skuad timnas Belanda di turnamen paling bergengsi dunia menjadi kehilangan besar—bukan hanya bagi klubnya, tetapi juga bagi pelatih nasional.

PSV dijadwalkan menerima trofi juara pada Selasa di Philips Stadion, dalam sebuah upacara resmi yang sudah lama dinantikan oleh para pendukung mereka. Kota Eindhoven, yang hari Minggu sudah berubah menjadi lautan oranye, akan kembali berpesta. REUTERS

Baca Juga: Cody Gakpo Dilepas PSV Eindhoven ke Liverpool

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait