ROMA (gokepri) – Italia gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya berturut-turut, Gennaro Gattuso mundur sebagai pelatih timnas, Jumat (3/4/2026). Kekalahan adu penalti dari Bosnia-Herzegovina dua hari sebelumnya menutup peluang Azzurri tampil di turnamen musim panas ini.
Kegagalan ini terasa lebih pahit karena Piala Dunia 2026—yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko—adalah edisi pertama dengan format 48 tim. Italia absen dari turnamen yang kapasitasnya justru diperbesar, sementara negara-negara seperti Tanjung Verde dan Curaçao lolos.
Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina, juga mengumumkan pengunduran dirinya, disusul Direktur Tim Nasional Gianluigi Buffon. Kontrak Gattuso diakhiri atas kesepakatan bersama, setelah Gravina sempat memintanya bertahan sesaat setelah eliminasi di Zenica.
Baca Juga: Mimpi Italia ke Piala Dunia Kembali Terkubur
“Dengan berat hati, dan setelah gagal mencapai target yang kami tetapkan, saya merasa masa tugas saya sebagai pelatih kepala timnas telah berakhir,” ujar Gattuso dalam pernyataan tertulisnya. Gattuso menyebut jabatan pelatih Azzurri sebagai kehormatan dan menegaskan ia mundur agar federasi leluasa menentukan arah baru.
Gattuso mengambil alih kursi pelatih Italia pada Juni tahun lalu, menggantikan Luciano Spalletti yang dipecat menyusul pembelaan gelar yang buruk di Euro 2024. Spalletti juga meninggalkan jabatannya setelah Italia dihajar Norwegia 3-0 dalam kualifikasi Piala Dunia pertama mereka.
Catatan Gattuso di atas kertas tidak mengecewakan: enam menang, satu seri, satu kalah dari delapan pertandingan, dengan 22 gol tercipta dan 10 kebobolan. Namun satu-satunya kekalahan itu, 4-1 dari Norwegia di San Siro, dan satu seri 1-1 melawan Bosnia yang berujung adu penalti, terbukti fatal.
Dalam laga play-off di Zenica, Italia kehilangan momentum sejak Alessandro Bastoni mendapat kartu merah menjelang babak pertama berakhir. Bosnia unggul di hampir seluruh jalannya pertandingan dan bisa memenangkannya dalam waktu normal. Begitu laga berlanjut ke adu penalti, Gattuso memilih Pio Esposito—penyerang berusia 20 tahun—sebagai penendang pertama. Esposito gagal; tendangannya melayang jauh di atas mistar.
Keputusan Gattuso memasang Esposito sebagai penendang pertama adu penalti langsung menuai kritik. Sejak awal penunjukannya pun banyak pihak meragukan pilihan itu, mengingat rekam jejaknya di level klub yang tidak meyakinkan.
Timnas Italia akan diasuh pelatih sementara untuk laga persahabatan melawan Yunani pada 7 Juni. Nama Roberto Mancini—yang membawa Italia juara Euro 2020—dan Antonio Conte paling sering disebut sebagai kandidat pengganti. Namun pelatih baru tidak akan diumumkan sebelum dewan FIGC memilih presiden baru pada 22 Juni.
Krisis Italia melampaui urusan timnas. Tidak ada klub Serie A yang menjuarai Liga Champions sejak 2010. Italia dijadwalkan menjadi tuan rumah bersama Euro 2032 bersama Turki, namun Presiden UEFA Aleksander Ceferin memperingatkan status tuan rumah itu bisa dicabut.
“Saya hanya berharap infrastruktur di Italia siap. Jika tidak, turnamen tidak akan digelar di Italia,” ujar Ceferin dalam wawancara dengan Gazzetta dello Sport, Kamis (2/4/2026).
Menteri Olahraga Italia Andrea Abodi menyatakan sepak bola Italia perlu dibangun ulang dari fondasi, dimulai dari perombakan pucuk pimpinan FIGC. Satu hari sebelumnya, Gravina menyerang para politisi yang dinilainya hanya menuntut pengunduran diri, seraya mengakui sepak bola Italia sedang dalam “krisis mendalam.” AFP
Baca Juga: Tundukan Italia, Bosnia Herzegovina ke Piala Dunia 2026!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









