Tender Pengelolaan Air, BP Batam Layak Perhitungkan Kembali ATB

Apindo Batam Investasi
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam Rafky Rasyid. (foto: istimewa)

Batam (gokepri.com) – Badan Pengusahaan (BP) Batam telah membuka tender untuk pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam. Tender untuk mitra kerja sama jangka panjang dalam pengoperasian dan pemeliharaan SPAM.

Pelaksanaan tender SPAM Batam menawarkan dua paket kerja sama, yaitu Kerja Sama Operasi dan Pemeliharaan Sistem Penyediaan Air Minum Hulu Batam dan Kerja Sama Operasi dan Pemeliharaan Sistem Penyediaan Air Minum Hilir Batam.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam Rafki Rasyid mengingatkan BP Batam agar proses lelang dapat dilaksanakan secara transparan. Karena air merupakan masalah hajat hidup orang banyak.

HBRL

“Yang juga berhubungan dengan penilaian investor untuk menanamkan modalnya di Batam,” kata Rafki, Minggu (18/7/2021).

Selama ini pelayanan air bersih di bawah pengelolaan PT Adhya Tirta Batam (ATB) sudah cukup baik. Boleh dikatakan relatif tidak ada keluhan yang berarti dari masyarakat ataupun pelaku usaha untuk pelayanan air di Batam.

Hanya ada beberapa wilayah tertentu yang masih mengeluhkan air tidak mengalir 24 jam. Hal ini bisa jadi karena jumlah pemasangan baru yang terus meningkat seiring dengan tingginya pertumbuhan rumah dan apartemen di Batam.

“Tapi secara keseluruhan relatif baik, kita cukup puas dengan pelayanan air di Batam,”‘ katanya.

Karena itu, dengan pengalaman yang dimiliki oleh ATB selama 25 tahun dalam mengelola air bersih, BP Batam tentunya layak untuk memperhitungkan kembali keberadaan ATB.

Namun, jika dirasa memang ada yang lebih baik tentunya pihaknya juga akan mendukung. Terpenting kata dia adalah layanan pengelolaan air di Batam harus lebih baik ke depannya.

“Sebab, Batam jadi barometer utama investor dalam menilai daerah Kepri sebagai tujuan investasi,” jelasnya.

Rafki juga menjelaskan pertumbuhan penduduk Batam yang relatif tinggi harus ditopang dengan pasokan air bersih yang memadai.

Masyarakat pasti tidak mau lagi mendengar di masa depan bahwa ada waduk di Batam yang mengering karena hujan lama tidak turun di Batam atau alasan-alasan lainnya.

“Karena itu, perencanaan supply air ini tentunya harus direncanakan dengan matang agar tidak terjadi lagi kekurangan pasokan air di masa masa mendatang,” katanya.

Selain itu, perusahaan yang menang tender tentu juga harus yang memiliki modal kuat dan berkomitmen berinvestasi untuk membenahi saluran air di Batam yang mungkin sudah perlu diperbaiki.

“Kemudian juga mau berinvestasi untuk memastikan supply air tetap memadai dan berkualitas,” katanya.

Jangan sampai nantinya masih ada keluhan dari pelanggan bahwa air yang sampai ke rumah rumah kurang bersih atau tekanannya lemah dan sering tidak mengalir.

“Inilah saatnya memilih pengelola air yang paling baik untuk Batam,” katanya.

Sebelumnya, BP Batam mengharapkan nantinya akan mendapatkan mitra kerja sama yang berpengalaman dan kompeten dalam pelaksanaan pengoperasian dan pemeliharaan SPAM, baik di Hulu maupun di Hilir.

Sehingga permasalahan penyediaan air minum selama ini dapat terselesaikan dengan baik, dan hal ini merupakan komitmen BP Batam untuk meningkatkan pelayanan penyediaan air minum kepada masyarakat dan industri yang berkegiatan di Kota Batam.

Peserta lelang sendiri dapat berupa Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Usaha Swasta (BUS) berbentuk Perseroan Terbatas (PT). (Ard)

|Baca Juga: Tender Air Bersih, Ombudsman Minta BP Batam Prioritaskan Pelayanan Dibanding Profit

Pos terkait