Tekanan Gas Berkurang, PLN Batam Siagakan Pembangkit Darurat Hindari Pemadaman

Pemadaman PLN Batam
Foto: Dokumentasi bright PLN Batam

Batam (gokepri.com) – bright PLN Batam menyiagakan  pembangkit darurat sebagai jalan keluar penurunan tekanan gas ke pembangkit yang berakibat pemadaman di beberapa lokasi.

bright PLN Batam telah menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan karena terjadinya pemadaman mendadak di beberapa wilayah di Batam yang terjadi hari ini (23/09) pukul 13:15 WIB.

Menurut keterangan PLN Batah, pemadaman mendadak akibat penurunan pressure gas atau tekanan gas ke pembangkit listrik berbahan bakar gas PLN Batam yang mengakibatkan beberapa pembangkit gas PLN Batam mengalami penurunan daya cukup signifikan.

“Hal ini menyebabkan sistem kelistrikan di Batam mengalami defisit kurang lebih 23 MW, dan sampai dengan dikeluarkannya rilis ini, informasi penyebab turunnya pressure gas tersebut belum kami terima secara resmi,” jelas Bukti Panggabean, Vice President of Public Relation bright PLN Batam, Kamis (23/9).

Upaya-upaya yang dilakukan oleh perseroan untuk meminimalkan pemadaman di antaranya; perintah siaga untuk seluruh pembangkit tetap beroperasi dalam kondisi emergensi, serta tambahan daya excess power dari beberapa captive power.

PLN Batam juga berharap agar pressure serta volume gas tidak terganggu lagi agar pembangkit gas dapat operasi maksimal sehingga tidak terjadi pemadaman listrik kembali.

”Kami mohon maaf kepada pelanggan atas kondisi gangguan ini, beberapa upaya sedang kami lakukan untuk meminimalkan pemadaman di antaranya mengoptimalkan pembangkit emergency (PLTD) kami sembari menunggu tekanan (pressure gas) normal kembali, kemudian rekan-rekan operasi intens berkomunikasi dengan TGI (Transportasi Gas Indonesia) sebagai transporter gas,” papar Bukti.

bright PLN Batam mengimbau kepada pelanggan untuk menghemat pemakaian energi listrik dan mematikan peralatan elektronik yang tidak digunakan. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir banyaknya wilayah yang terkena padam.

“Kita berharap semoga penormalan pressure gas dapat segera diatasi,” kata Bukti. (Ard)

|Baca Juga: Laba PLN Capai Rp6,6 Triliun Semester I/2021, Wamen BUMN Apresiasi Transformasi PLN

BAGIKAN