Tak Hadiri RDP, Ternyata Manajemen Lama Pollux Habibie Bubar

RDP yang digelar pemilik unit apartemen dan DPRD Batam tidak dihadiri menajemen Pollux Habibie, Rabu 910/1/2024). Foto: Istimewa

Batam (gokepri) – Pemilik unit apartemen Meisterstadt Pollux Habibie Batam mengagendakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama komisi III DPRD Batam.

RDP ketiga ini masih membahas tentang fasilitas yang belum dipenuhi oleh pihak manajemen.

Bukannya mendapat jalan tengah, pihak manajemen Pollux Habibie malah tidak hadir pada RDP yang digelar Rabu 10 Januari 2024 tersebut.

Baca Juga: Insiden Kaca Jatuh, Manajemen Pollux Habibie Minta Maaf

Deputi General Manager Apartemen Pollux Habibie Batam Baskoro mengatakan, pihak manajemen Pollux Habibie sudah lama tidak bekerja di perusahaan itu.

“Sudah tidak di sana lagi saya sudah pindah. Begitu pula yang lainnya. Jadi semua orang baru,” kata dia saat dihubungi melalui telepon seluler, Rabu 10 Januari 2024.

Ia menjelaskan, saat ini manajemen Pollux Habibie sudah dikelola oleh tim yang baru. Hal itu yang menyebabkan, mereka tidak hadir dalam RDP di DPRD Batam.

“Manajemennya sekarang Pak Aris coba hubungi,” kata dia.

Sementara, General Manager Pollux Habibie yang baru Aris tidak menjawab saat henda ketidakhadiran dalam RDP tersebut.

Gokepri.com tetap melakukan konfirmasi kepada Pengacara Pollux Habibie Fera Panjaitan. Ia mengatakan, ketidakhadiran manajemen Pollux Habibie pada RDP tersebut dikarenakan ada sesuatu hal yang sedang dilakukan pihak manajemen.

“Mohon maaf kami belum dapat hadir karena ada satu hal yang sedang dilakukan oleh pihak manajemen,” tulisnya melalui pesan WhatsApp saat dikonfirmasi Rabu 10 Januari 2024.

Disinggung soal manajemen Pollux Habibie sudah bubar pihaknya menepis hal itu.

“Tidak benar,” kata dia.

Untuk diketahui, RDP yang digelar di komisi III DPRD Batam tidak dihadiri oleh pihak manajemen Pollux Habibie. Padahal pemilik unit apartemen dan DPRD Batam sudah mengagendakan rapat tersebut jauh-jah hari.

Salah seorang pemilik unit apartemen Nika Astaga mengaku kecewa. Sebab, sebagai pemilik unit fasilitas yang dijanjikan oleh pihak manajemen belum dilengkapi.

“Seharusnya Pollux itu sudah melengkapi semua fasilitas yang dijanjikan, sejak 2020 sampai saat ini fasilitas itu tidak ada,” kata dia.

Menurut dia, banyak fasilitas keamanan yang belum tersedia di gedung itu. Seperti hydrant, genset dan anti petir serta fasilitas pendukung lainnya.

“Tagihan makin bengkak bahkan ada yang sampai Rp14 juta, fasilitas tidak ada,” kata dia.

Ketua komisi III DPRD Batam Djoko Mulyono mengaku tidak mendapat kabar apapun dari pihak manajemen terkait ketidak hadiranmya pada RDP itu.

“Kita sidak Jumat ini. Kami tidak dapat kabar dari pihak manajemen,” kata dia.

Pihak DPRD juga akan mengambil langkah tegas dengan mencabut Sertifikat Layak Fungsi (SLF) Pollux jika fasilitas bagi pemilik unit tidak dipenuhi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

BAGIKAN