Batam (gokepri) – Gedung DPRD Batam sudah dua kali kebakaran setidaknya dalam satu setengah tahun terakhir. Kontrol gedung lemah, evaluasi pencegah kebakaran masih abai.
Kebakaran ruang arsip gedung DPRD Batam Selasa dini hari, 15 Agustus 2023, menghanguskan tumpukan kertas berkas di dalam ruangan arsip. Ruangannya berada di lantai atas ruang rapat paripurna yang ada di bagian kiri dari pintu masuk. Kebakaran terjadi sekitar pukul 00.30. Tak ada korban jiwa dari peristiwa ini.
Dugaan awal, api dipicu korsleting listrik. Atap bocor kemudian air mengenai salah satu instalasi listrik. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.00. Dinas Pemadam Kebakaran mengerahkan delapan kendaraan damkar.
Sekretaris DPRD Batam Aspawi Nangali memastikan tidak ada berkas penting akibat kebakaran Selasa dini hari itu. “Hanya kertas-kertas yang terbakar,” kata Aspawi.
Ia menduga api berasal dari hubungan arus pendek atau korsleting ketika hujan deras kemarin. Ada beberapa plafon dan atap gedung DPRD yang bocor sehingga air hujan mengenai instalasi listrik di ruangan tersebut. “Atapnya memang pada bocor. Karena hujannya deras semalam. Hanya beberapa titik saja. Tapi penyebabnya belum pastilah karena itu, masih diselidiki oleh kepolisian,” ujar Aspawi.
DPRD Batam segera mengevaluasi kontrol gedung akibat peristiwa ini. Mengingat kejadian serupa pernah terjadi pada awal 2022 lalu. Ketika itu ruang fraksi Hanura yang terbakar. Penyebabnya sama, korsleting listrik. “Insiden ini menjadi pelajaran penting,” sambung Aspawi.
Aspawi mengatakan akan ada evaluasi pemeliharaan gedung DPRD Batam, termasuk perbaikan instalasi listrik. “Kami usulkan mengganti instalasi listrik,” kata dia.
Evaluasi kemudian mencakup alat pemadam kebakaran atau apar. Rupanya banyak apar DPRD Batam yang tak berfungsi. “Sebagian ada yang hidup, sebagian ada yang mati atau tidak berfungsi,” sambung Aspawi.
Dugaan korselting listrik karena tetesan air dari atap bocor yang mengenai instalasi listrik disebut oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Batam Azman. Ia mengatakan dugaan sementara air hujan mengenai pendingin ruangan atau Air Conditioning (AC), lalu terjadi korsleting listrik, yang memicu percikan api. “Dari AC di atas, korslet kena air hujan,” ujar Azman.
Kritik datang dari Anggota DPRD Kota Batam Udin P Sihaloho. Ia menyebut instalasi listrik di gedung DPRD Batam butuh perbaikan. “Memang banyak instalasi masih menggunakan yang lama dan kurang perawatan,” ujar Udin saat melihat langsung ruangan arsip yang terbakar.

“Sehingga di luar dugaan terjadi kebakaran. Ini pun kami masih bisa bilang untung saja karena masih dalam kondisi hujan, kalau saja itu saat musim panas, tidak tahu gimana lagi.”
Selain itu, ia juga mengingatkan perlunya mengurangi penggunaan bahan atau kertas yang berlebihan karena mudah menyebabkan kebakaran. Lalu, perlu juga ruangan khusus untuk menyimpan berkas DPRD.
“Di gedung ini saya rasa lebih dari tujuh ton ada kertas-kertas yang tidak terpakai lagi, tapi ada juga yang masih diperlukan untuk kebutuhan selanjutnya, seperti ranperda, pansus, rancangan dan yang lainnya itu dalam bentuk buku. Ini tidak sedikit biayanya tapi efeknya juga tidak sedikit,” ujar dia.
Setiap tahun, lanjut politisi PDIP itu, ada penganggaran yang dikhususkan untuk peremajaan dan perawatan gedung DPRD. Ia berharap insiden kebakaran bisa menjadi pelajaran. “Saya harap ini bisa jadi pelajaran bagi kita, agar dapat melakukan pemeliharaan,” ujar dia.
Berita Lainnya:
- Kantor DPRD Batam Kebakaran, Sejumlah Ruangan di Lantai 3 Hangus
- Ruang Arsip DPRD Batam Terbakar, Atap Bocor Lalu Terjadi Korsleting Listrik
- Puslabfor Polda Riau Ungkap Penyebab Kebakaran Ruang Fraksi Hanura DPRD Batam
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








