Jakarta (gokepri.com) – Pemerintah menyetop penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) subsidi upah alias BSU bagi pekerja bergaji di bawah Rp5 juta pada tahun ini. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah beralasan anggaran BLT subsidi gaji tidak dianggarkan dalam APBN 2021.
“Kami masih menunggu, sementara memang di APBN 2021 belum atau tidak dialokasikan. Nanti, kami lihat bagaimana kondisi ekonomi berikutnya. Tetapi memang tidak dialokasikan di APBN 2021,” kata Ida kepada media dalam kegiatan di BBPLK Medan, Sabtu (30/1/2021).
Ida menuturkan sebagian program subsidi kepada pekerja terdampak pandemi Covid-19 tetap dilanjutkan tahun ini. Meski tidak menyebut secara rinci program dimaksud, namun ia menuturkan program itu tetap berjalan hingga kondisi perekonomian normal kembali.
Pasalnya, pandemi Covid-19 telah mengerek jumlah pengangguran menjadi 9,77 orang hingga Agustus 2020. Oleh sebab itu, menurutnya, dibutuhkan program-program pemerintah guna membantu pekerja yang kehilangan pekerjaannya.
“Program-program itu sebagian akan terus jalan sampai kondisinya kembali normal, memang diarahkan untuk menangani dampak pandemi Covid-19,” jelasnya.
Baca juga: Bantuan Subsidi Upah: 154.887 Rekening Penerima Bermasalah
Salah satu program bagi pekerja terdampak covid-19 yang masih berlanjut pada tahun ini adalah program Kartu Prakerja. Itu pun, hingga saat ini Manajemen Pelaksana (PMO) Kartu Prakerja belum membuka pendaftaran gelombang 12. Terkait dengan BLT subsidi gaji, pencairannya sendiri belum mencapai 100 persen pada Januari lalu.
Ida sempat menuturkan pemerintah belum mencairkan BLT bagi pekerja bergaji di bawah Rp5 juta kepada 270.489 calon penerima. Jumlah itu terdiri dari 110.762 pekerja pada termin pertama dan 159.727 pekerja di termin kedua.
Sementara itu, pemerintah telah menyalurkan BLT kepada 12,29 juta pekerja pada termin pertama. Kemudian, total pekerja yang mendapatkan BLT pada termin kedua sebanyak 12,24 juta orang.
Dari sisi anggaran, total dana yang dikucurkan sebesar Rp29,44 triliun atau 98,91 persen dari target sebesar Rp29,76 triliun. Terdiri dari Rp14,75 triliun pada termin pertama dan Rp14,69 triliun pada termin kedua. (wan)









