SMAN 21 Batam Terancam Longsor, Disdik Anggarkan Rp1,4 Miliar Bangun Batu Miring

SMAN 21 Batam
Kepala Sekolah SMA 21 Dwi Sulistiyani menunjukkan lokasi rawan ambles di sekolahnya, Bukit Smart, Kabil, Kota Batam, Kamis 2 Maret 2023. Foto: gokepri/Engesti

BATAM (gokepri) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau akan membangun batu miring di SMAN 21 Batam secara bertahap untuk mencegah terjadinya longsor di lokasi tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Andi Agung, menyatakan Dinas Pendidikan Kepri tengah menghitung jumlah anggaran yang diperlukan untuk pemasangan batu miring tersebut. Tim mereka telah melakukan survei lokasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kepri untuk mengetahui lokasi yang rawan longsor.

“Dalam waktu dekat itu akan dipasang. Tim kami juga sudah turun untuk menghitung berapa biayanya,” kata Andi Agung saat dihubungi Jumat 3 Maret 2023. Sementara itu, para siswa diharapkan menggunakan ruang belajar sementara untuk sementara waktu hingga pembangunan batu miring selesai dilakukan. Andi Agung menambahkan seluruh biaya untuk pembangunan batu miring tersebut akan ditanggung oleh pemerintah provinsi Kepri dan diperkirakan mencapai sekitar Rp1,4 miliar.

HBRL

SMAN 21 Batam, yang terletak di Kelurahan Kabil Kecamatan Nongsa, telah mengalami abrasi yang cukup parah selama hampir satu tahun terakhir. Kondisi ini semakin memprihatinkan karena belum dibangunnya batu miring di lokasi tersebut. Bahkan, di bawah SMAN 21, terdapat sejumlah rumah warga yang dapat terancam bencana longsor. Warga sering komplain ke sekolah.

Kepala Sekolah SMA 21, Dwi Sulistiyani, mengatakan bahwa beberapa kendaraan dan bahkan rumah warga pernah tertimbun tanah akibat abrasi yang terjadi. Meski ia telah melaporkan kondisi tersebut ke beberapa instansi, namun keterbatasan anggaran membuat pembangunan batu miring belum dapat dilakukan.

“Mobil Pak RW pernah sampai tertimbun tanah. Pernah juga motor warga tertimbun tanah. Bahkan pernah juga masuk ke rumah warga tanahnya,” kata Dwi Sulistiyani.

Sulistiyani berharap, perusahaan di sekitar wilayah Kabil dapat memberikan bantuan melalui Corporate Social Responsibility (CSR) agar pembangunan batu miring dapat segera dilaksanakan dan tidak membahayakan bangunan sekolah atau pun warga sekitar.

Untuk diketahui, SMAN 21 Batam berdiri sejak 2015. Namun sekolah ini baru punya gedung sendiri sejak Januari 2018 atau 2,5 tahun sejak sekolahnya dibentuk. SMAN 21 Batam berlokasi di Bukit Smart, kawasan Kabil, Kecamatan Nongsa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Baca Juga: Gedung Sekolah Terancam Ambles, SMAN 21 Batam Harus Dibangun Batu Miring

Penulis: Engesti

Pos terkait