Batam (gokepri.com) – Penyuntikan vaksin dosis ketiga atau booster dimulai di Kota Batam, Kamis 13 Januari 2022.
Pelaksanaan vaksinasi Booster di Batam, Kepulauan Riau, yang dilaksanakan di Maha Vihara Maitreya diserbu ratusan warga Batam.
Usman, warga Batam Center mengatakan sudah mengantre dari pagi untuk mendapatkan vaksina booster.
“Sudah dari jam 9 tadi. Memang sengaja datang ke sini karena niat untuk ikut vaksinasi booster,” kata dia di Vihara Batam Center, Kamis 13 Desember 2022.
Menurut dia, vaksin booster diperlukan sebab aktivitas pekerjaannya yang selalu kontak langsung dengan banyak orang.
Selain itu, vaksinasi booster juga untuk menekan penyebaran virus COVID-19 apalagi sekarang tengah marak varian COVID-19 Omicron.
“Karena saya sering bertemu banyak orang. Selain saya juga ingin mengikuti saran dari Pemerintah, dalam menghadapi varian baru,” katanya.
Ia mengaku tidak ada efek samping apapun setelah mendapatkan vaksinasi booster.
“Sama seperti saya sebelumnya dua kali divaksin Sinovac. Pasti yang ini akan ada juga efek samping, tapi masih amanlah,” ujarnya.
Warga lainnya, Fatimah, 73 tahun, mengatakan senang dengan booster ini. Dia merasa baik-baik saja setelah disuntik.
“Ndak (tidak) rasa apa-apa ini. Pokoknya kami sudah siap. Terimakasih sekali karena sudah dapat booster,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan kesiapan Pemprov Kepri untuk melaksanakan vaksinasi dosis ketiga. Setidaknya, 15 ribu dosis disiapkan pada pelaksanaan perdananya itu.
“Karena pemerintah pusat sudah menentukan kick off untuk vaksinasi booster yang ketiga. Kami bisa memulai vaksin booster di Kepri dengan memanfaatkan momen kunjungan Mendagri ke Kepri nanti,” kata Ansar di Gedung Graha Kepri, Rabu 12 Januari 2022.
Vaksinasi dosis ketiga atau booster, dilaksanakan amis 13 Januari 2022 berbarengan dengan kunjungan Mendagri dan Wamenhan ke Kepulauan Riau dan vaksinasi itu akan dilaksanakan serentak di 7 Kabupaten/Kota di Kepri.
“Dan target kita 30-50 persen itu adalah para lansia dan sisanya adalah masyarakat umum, PNS, dan lainnya. Besok kita pusatkan di vihara di Batam,” kata Ansar.
Mantan Bupati Bintan itu mengatakan, vaksin booster dijamin aman dan minim risiko kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI).
Secara teknis, penyuntikan vaksin booster itu hanya akan diberikan setengah dari dosis yang diberikan yakni 0,25 persen. Bukan dengan dosis penuh 0,50 persen.
“Jadi efek sampingnya tidak bakal terlalu terasa,” katanya.
Ia meminta kepada masing-masing daerah di kabupaten/kota di Kepri pun menargetkan ratusan hingga ribuan warganya mendapat vaksin booster dalam pelaksanaan perdana tersebut.
Penulis: Engesti
- Baca Juga:
Bintan Sediakan 1.000 Paket Sembako untuk Warga yang Divaksin Booster









