BATAM (gokepri) – Seorang siswa SMAN 4 Batam menemukan serpihan kaca di dalam nasi yang disajikan lewat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Temuan ini memaksa evaluasi total dapur produksi yang setiap hari menyiapkan ribuan porsi makanan.
Ketua Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batam, Defri Rinaldi, membenarkan insiden itu. “Betul, memang ada kejadian itu,” ujarnya, Kamis, 25 September 2025. Menurut dia, serpihan kaca berasal dari pecahnya tutup penggorengan di dapur produksi Tiban Indah II pada dini hari.
Sekitar pukul 01.00, salah satu juru masak mencoba memperbaiki tutup penggorengan berbahan kaca yang tiba-tiba pecah. Potongan kaca disaring dan dibersihkan, bahkan juru masak sempat terluka di lengannya. Namun sebagian serpihan diduga terbawa hingga ke nasi yang terdistribusi ke sekolah.
“Saya mohon maaf kepada pihak sekolah dan masyarakat. Ini jadi pembelajaran penting agar kami lebih berhati-hati,” kata Defri.
Juru masak berinisial A mengaku terkejut saat mendengar kabar temuan kaca. Ia menuturkan lokasi pecahnya alat berada tiga meter dari area memasak nasi. “Saya juga baru tahu dari admin dapur,” ujarnya.
Sebagai langkah tegas, seluruh peralatan berbahan kaca di dapur MBG akan diganti dengan bahan yang lebih aman. Lampu dapur pun akan dilengkapi pelindung agar insiden serupa tidak terulang. “Mulai sekarang, alat berbahan kaca tidak akan digunakan lagi,” kata Defri.
Dapur MBG Tiban Indah II setiap hari menyiapkan 3.448 porsi makanan untuk empat sekolah di Batam. Pengelola berjanji memperketat standar keamanan makanan sebagai bentuk tanggung jawab kepada publik.
Baca Juga: Sanitasi Dapur MBG Batam Bergantung pada Peternak dan Truk Sampah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









