BATAM (gokepri.com) – Komandan Basarnas Batam Dedius mencatat sepanjang Januari sampai Juli 2024 sudah ada lima orang warga Batam yang melakukan upaya bunuh diri di Jembatan Barelang. Rinciannya, empat meninggal dunia dan satu orang selamat.
“Sudah lima kasus yang kamu tangani sepanjang tahun ini,” ujarnya, Senin 15 Juli 2024.
Ia menjelaskan, kasus pertama terjadi pada 12 Mei 2024. Korbannya adalah MM, 20, korban meloncat dari Jembatan 1 Barelang dan ditemukan 14 Mei di perairan Belakang Padang.
Baca Juga: Tim SAR Temukan Jasad Pria yang Loncat dari Jembatan 4 Barelang
Lalu kasus kedua, terjadi satu hari setelah kejadian pertama yakni pada tanggal 15 Mei 2024. Korbannya adalah DG, 35. DG loncat dari Jembatan 4 Barelang dan ditemukan tanggal 16 Mei 2024. Jasad DG ditemukan tak jauh dari lokasi kejadian.
“Keduanya meninggal dunia, ” kata dia.
Selanjutnya kasus ketiga, terjadi pada tanggal 30 Juni 2024, korbannya adalah IF loncat dari Jembatan 1 Barelang. Ia ditemukan meninggal tak jauh dari lokasi. Pada tanggal yang sama korban D juga loncat dari Jembatan 1 Barelang. Beruntung D masih dapat diselamatkan oleh tim Basarnas.
“Pada tanggal 30 Juni ini ada dua kasus, pertama korban IF ditemukan meninggal dan korban D berhasil diselamatkan oleh tim gabungan di bawah Jembatan 1 Barelang, ” tambahnya.
Kasus kelima terjadi pada 13 Juli 2024. Korbannya JF 23 loncat dari Jembatan 5 Barelang dan ditemukan meninggal dunia tak jauh dari lokasi kejadian.JF ditemukan Senin 14 Juli sekitar 250 meter dari tempat kejadian dalam keadaan meninggal dunia.
Kasus bunuh diri di Jembatan Barelang meningkat di tahun 2024. Salah satu alasan mereka melompat di jembatan tersebut karena putus cinta atau cintanya ditolak.
Seperti yang dikatakan D, yang nekat loncat dari Jembatan 1 Barelang namun berhasil diselamatkan tim Basarnas. D yang masih bisa bangun dan berjalan akhirnya dibawa ke Polsek Sagulung untuk diminta keterangan dan dijemput keluarga.
Kepada polisi yang periksa, D mengaku kalau cintanya bertepuk sebelah tangan. Gadis yang ditaksir tidak merespon cintanya. Dia putus asa dan berniat mengakhiri hidupnya.
“Stres aku dibuatnya,” ujar pekerja galangan kapal di Tanjunguncang ini.
Artikel ini tidak dimaksudkan untuk menginspirasi Anda melakukan tindakan serupa. Jika mengalami depresi atau bermasalah dengan kesehatan jiwa, segera hubungi psikolog atau layanan kesehatan mental terdekat.
Jika membutuhkan bantuan, Anda dapat mengakses layanan dari Kementerian Kesehatan lewat nomor 119 ext 8. Anda juga dapat menghubungi layanan 24 jam BISA Helpline melalui nomor WhatsApp 08113855472.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti









