Batam (gokepri.com) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam tengah melakukan verifikasi ulang terkait calon jemaah haji (CJH) yang akan diberangkatkan pada Juli 2022 mendatang.
Kepala Kemenag Kota Batam, Zulkarnain Umar mengatakan verifikasi tersebut dilakukan menyusul dengan adanya kebijakan terkait batasan CJH. Di mana maksimal usianya adalah 65 tahun.
Zulkarnain mengatakan kebijakan tersebut murni ditentukan oleh Pemerintah Arab Saudi. Sehingga Kemenag tentu harus menghormati dan menjalankan apa yang telah disyaratkan oleh Arab Saudi.
“Memang ini sangat menyedihkan, karena mereka (lansia) sudah lama menunggu, tapi tidak diperbolehkan berangkat,” kata Kepala Kemenag Batam, Zulkarnain, Selasa 19 April 2022.
- Baca juga : Wali Kota Batam Buka Kemenag Kepri Expo 2022
Menurutnya usia CJH asal Batam cukup banyak yang berusia di atas 65 tahun, bahkan usia 70-80 tahun pun ada. Pihaknya mengaku kesulitan menyampaikan hal yang cukup membuat sedih CJH ini.
Pihaknya sendiri juga berharap kebijakan ini dapat dievaluasi kembali, karena itu dirinya juga mengusulkan agar faktor usia tidak dijadikan acuan tapi seharusnya berdasarkan faktor kesehatan.
“Namun sepertinya ini sudah mutlak dari Arab Saudi. Kami berharap aturan ini bisa diubah. Kalau dibilang sedih, kami juga ikut sedih,” katanya.
Kemudian, persoalan lain Arab Saudi hanya membuka kuota 1 juta CJH tahun ini. Sedangkan Indonesia mendapatkan kuota 110 ribu orang tahun ini.
- Baca Juga : Jadwal dan Harga Tiket KM Kelud Rute Batam Tujuan Belawan Medan April 2022, Transit Tanjung Balai Karimun
“Itu yang dibagi-bagi. Jadi memang yang berangkat tidak banyak. Setelah ditunda selama dua tahun, dan sekarang kuota juga dikurangi,” ujarnya.
Berdasarkan informasi untuk Batam kuota yang diberikan hanya 50 persen dari total kuota dua tahun lalu. Khusus Batam dulu dapat jatah sekitar 600 CJH, dan sekarang hanya 300 orang yang akan berangkat ibadah ke tanah suci.
“Jadi ini yang sedang kami persiapkan. Kuota 300 ini harus di bawah 65 tahun, kalau ada yang di atas usia tersebut dengan sangat terpaksa harus kami putuskan tidak bisa berangkat,” tambahnya.
Penulis : Romadi








