Sadam Husein dan Rekan Habisi Orang Gegara Utang

habisi orang gegara utang
Sadam Huseun dan rekan-rekannya menghabuisi sekuriti Kantor FKUB Batam gegara utang. Foto: Gokepri/Engesti.

BATAM (gokepri.com) – Sadam Husein dan dua rekannya nekat habisi nyawa orang gegara utang. Orang yang dihabisi adalah sekuriti di Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Batam yang berlokasi di Sekupang.

Mahmud (46) sekuriti tersebut ditemukan tak bernyawa di halaman kantor FKUB pada Minggu 20 November pagi. Penemuan mayat itu sempat menggegerkan kawasan Sekupang.

Kasus kematian sekuriti tersebut akhirnya terungkap setelah Polsek Sekupang menangkap tiga orang yang dinyatakan sebagai pelaku.

Kapolsek Sekupang Kompol Yudha Suryawardana mengatakan, para pelaku itu yakni Sadam Husein (32), Andri Priyo Nurcahya (32) dan Firman Putra Gultom (25).

Yudha mengatakan kejadian naas itu terjadi kerena korban memiliki utang Rp100 ribu dengan Andri.

“Pelaku Andri tukang ojek dia berniat mau ke Sei Beduk bersama dua temannya. Namun dia mampir ke sekretariat FKUB untuk menagih utang Rp100 kepada korban,” kata Yudha, dalam konferensi pers, Kamis 24 November 2022.

Menurut pengkauannya, Andri kesal karena hutangnya tak dibayar oleh korban. Hingga terlibat cekcok mulut sampai akhir Andri ditikam oleh korban.

“Andri mendapatkan tikaman oleh korban dan sempat mengalami luka bacok di bagian tangan,” beber Yudha.

Melihat itu kedua temannya dan juga Andri menganiaya korban dan memukul korban menggunakan kayu. Usai Mahmud tak sadarkan diri ketiganya langsung meninggalkan lokasi.

“Kami berhasil menangkap ketiganya di tempat berbeda,” kata Yudha.

Selain menangkap para pelaku, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian yang digunakan para pelaku, sebilah kayu yang digunakan untuk memukul korban, dan satu unit motor Suzuki Shogun.

Atas perbuatannya ketiganya disangkakan pasal 338 dengan ancaman 15 tahun penjara.

Gokepri.com sempat mewawancarai Andri salah satu pelaku pembunuhan sekuriti FKUB. Andri berprofesi sebagai tukang ojek.

Ia mengaku, saat itu dirinya merasa kesal karena utangnya tak dibayar oleh korban. Padahal korban sering menggunakan jasanya untuk antar jemput.

“Dia sering saya antar tapi tak pernah bayar,” katanya.

Bukan mendapat haknya Andri justru mendapat tikaman oleh korban hingga terluka di bagian tangan.

“Langsung ribut masalah utang. Teman saya langsung pegang dan langsung saya pukul pakai balok,” kata dia.

Ia mengaku menyesal, telah melakukan perbuatan tersebut.

Baca Juga: Warga Sekupang Geger ada Mayat di depan Kantor FKUB

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Engesti

 

BAGIKAN