Rupiah Melemah ke Level Terendah sejak 2020, BI Intervensi Stabilkan Pasar

pelemahan rupiah
Karyawan menghitung uang di salah satu gerai penukaran uang asing di Jakarta, Jumat (6/11/2020). (foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Batam (gokepri) – Bank Indonesia (BI) melakukan intervensi untuk menopang rupiah setelah nilai tukar rupiah melemah melewati angka Rp16.000 per dolar AS untuk pertama kalinya dalam empat tahun terakhir.

Bank sentral menyatakan intervensi dilakukan terutama di pasar spot dan domestic non-deliverable forwards (NDF). Pelemahan rupiah terutama dipicu oleh sentimen risk-off dan penguatan dolar AS.

Rupiah melemah hingga 1,6 persen ke level Rp16.108 per dolar AS pada 16 April, level terlemah sejak April 2020. Pelemahan ini terjadi setelah pasar keuangan Indonesia kembali dibuka pada 16 April usai libur Idulfitri sejak 8 April.

HBRL

Baca Juga:

Terhadap dolar Singapura, rupiah melemah 0,9 persen ke S$11.830 per dolar Singapura pada pukul 11.31 waktu setempat. Sepanjang 2024, rupiah telah melemah 1,3 persen terhadap dolar Singapura.

Pelemahan rupiah menambah tekanan terhadap BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar di tengah penguatan dolar AS yang persisten dan arus keluar modal asing. Cadangan devisa Indonesia turun USD3,6 miliar (S$4,9 miliar) pada Maret karena otoritas melakukan intervensi di pasar valuta asing dan obligasi.

“Stabilitas rupiah menjadi prioritas dalam pertimbangan kebijakan BI,” kata Winson Phoon, Kepala Riset Pendapatan Tetap Maybank di Singapura. “Meski kami tidak menganggap level Rp16.000 per dolar AS sebagai pemicu BI untuk menaikkan suku bunga, rupiah masih sangat sensitif terhadap risiko penyesuaian hawkish lebih lanjut pada suku bunga AS.”

Imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia tenor lima tahun naik delapan basis poin menjadi 6,67 persen.

Rupiah berada di bawah tekanan sepanjang sebagian besar tahun 2024 di tengah kekhawatiran bahwa rencana belanja Presiden terpilih Prabowo Subianto akan membebani anggaran Indonesia. Bersamaan dengan itu, ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve AS mendorong penguatan dolar AS.

BI secara tak terduga menaikkan suku bunga pada Oktober lalu setelah pelemahan rupiah yang berkepanjangan. Beberapa pengamat pasar berspekulasi bahwa kenaikan suku bunga mungkin kembali dipertimbangkan dalam rapat BI pada 24 April mendatang. BLOOMBERG

Cek Berita dan Artikel yang lain diĀ Google News

Pos terkait