Rudi Pastikan Anggaran Bangku dan Meja Belajar untuk SDN 04

SDN 04 Batam
Bangku dan kursi baru untuk belajar di SDN 04 Tanjunguma, Kota Batam. foto: gokepri/Engesti

Batam (Gokepri.com) – Masalah SDN 04 Tanjunguma tak punya bangku dan meja untuk belajar sudah teratasi. Walikota Batam Muhammad Rudi memastikan ada bantuan sementara dan anggaran sarana prasarana untuk sekolah tersebut.

Muhammad Rudi meninjau langsung Sekolah Dasar (SD) Negeri 04, Tanjung Uma, Lubuk Baja yang tak memiliki bangku dan meja untuk siswa belajar.

Kabar SDN 04 tak punya bangku dan meja tersebar luas di media sosial dan menjadi perbincangan warga Batam. Dalam narasi yang beredar di sekolah itu sudah dua tahun tak memiliki sarana pembelajaran untuk siswa sehingga proses belajar mengajar menjadi terganggu.

Muhammad Rudi mengatakan anggaran sarana prasarana sekolah tersebut sudah ada pada tahun 2022. Namun tertunda akibat COVID-19 serta adanya peneriman siswa baru.

“Sudah masuk sebenarnya di tahun 2021 cuma terlambat. Jadi dianggarkan lagi di tahun ini,” katanya saat ditemui di SDN 04 Tanjung Uma Batam, Jumat 23 September 2022.

Rudi melanjutkan dalam waktu dekat sapras bangku dan meja di sekolah itu akan dikirimkan. Untuk sementara Pemerintah kota Batam melalui Dinas Pendidikan Kota Batam memberikan bantuan berupa bangku dan meja untuk para siswa. “Sekarang sudah ada, semua sudah jadi murid tadi,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan menerangkan bantuan bangku dan meja bagi siswa di SDN 04 Tanjung Uma, telah masuk ke dalam anggaran di tahun 2022.

Anggaran untuk pengadaan Sarpras bagi SDN 04 ini, diakuinya dikarenakan peningkatan penerimaan siswa baru. “Minat masyarakat sekitar untuk menyekolahkan anaknya di SD ini meningkat pesat. Untuk Tahun Ajaran ini, jumlah siswa yang diterima berjumlah 135 orang. Dan terpaksa dilakukan juga penambahan rombongan belajar,” ungkapnya.

Dengan penganggaran ini, Disdik menargetkan seharusnya pengirim bangku dan meja bagi siswa seharusnya sudah dikirim sebelum akhir pekan.

“Tapi memang sampai sekarang belum dikirim. Akhir pekan ini kita gesa supaya itu dikirim semua agar dapat digunakan anak-anak kita,” katanya.

Kepala Sekolah SDN 04 Batam, Raudah pun mengungkapkan hal serupa. Katanya, mengenai KBM bagi siswa tanpa menggunakan bangku dan meja ini, hanya dialami oleh siswa kelas VI, dan jumlah kelas yang tidak memiliki Sarana dan Prasarana (Sarpras) ini hanya berjumlah dua kelas saja.

Ketiadaan sarpras ini, dikarenakan bangku dan meja di dua kelas ini sudah mengalami kerusakan sehingga tidak dapat digunakan, serta meningkatnya jumlah peserta didik baru di Tahun Ajaran 2022/2023.

“Sarpras yang sebelumnya ada di dua kelas ini telah rusak parah. Sebenarnya kita sudah pesan, namun memang sampai sekarang belum datang saja. Jadi terpaksa siswa belajar lesehan. Namun hal ini tidak menganggu sama sekali,” ungkapnya.

Kondisi ini juga sebelumnya telah dikabarkan kepada para orang tua siswa, dan Raudah menerangkan bahwa para orangtua siswa juga tidak merasa keberatan.

Mengenai informasi bahwa kondisi ini sudah berlangsung selama dua tahun, Raudah sendiri menyebutkan hal tersebut tidak dapat dibenarkan.

“Kalau dibilang dua tahun saya juga bigung. Karena di tahun 2020 seluruh siswa belajar online karena Covid. Kondisi ini juga kan berlangsung di 2021. Walau memang, ada aturan bahwa tatap muka boleh dilakukan dengan kuota 50 persen siswa per kelas,” paparnya.

Pada tahun 2021, kondisi di setiap kelas juga diakuinya memenuhi persyaratan dan memiliki bangku dan meja yang digunakan siswa.

Walau demikian, pihak sekolah menyebutkan kondisi selama tiga bulan terakhir memang mendapat perhatian khusus.

Penulis: Engesti

BAGIKAN