Batam (gokepri.com) – Transaksi digital dengan QR code di Asia Tenggara akan semakin mudah setelah lima negara sepakat menghubungkan sistemnya, termasuk QRIS.
Lima negara itu adalah Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand. Bank Sentral negara-negara tersebut sepakat menghubungkan sistem pembayaran QR codenya mulai November 2022.
Dengan terhubungnya sistem ini, maka pelancong dari lima negara tersebut bisa bertransaksi dengan memindai QR code di lima negara tersebut. Sistem pembayaran pun akan menggunakan mata uang lokal antar negara, tanpa butuh dolar AS sebagai perantara.
“Langkah kami selanjutnya adalah regional ASEAN-5 dalam kerja sama pembayaran QR, fast payment menggunakan mata uang lokal. Kami menargetkan penandatangan MoU lima pimpinan dilakukan pada November tahun ini,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam seminar Advancing Digital Economy and Finance: Cross Border Payment di Nusa Dua, Bali, pertengahan Juli.
Selanjutnya, bank sentral akan berusaha untuk menghubungkan jaringan ini dengan kluster regional lainnya di seluruh dunia, dan membawa struktur yang sama ke transfer bank.
Perry menjelaskan, kerja sama ini berawal dari kerja sama bilateral antarnegara di kawasan. Indonesia saat ini tengah melakukan uji coba pembayaran lintas negara dengan Thailand dan Malaysia.
“Koordinasi pembayaran lintas batas di ASEAN ini juga akan menjadi contoh utama bagaimana dari kerja sama bilateral ke regional, kemudian nanti ke multilateral, dari ASEAN ke global,” kata Perry.
Perry mengatakan, untuk tahap awal, kerja sama akan dilakukan untuk pembayaran ritel. Namun, ia menyebut tidak menutup kemungkinan layanan tersebut diperluas, termasuk kerja sama pembayaran lintas negara melalui Real Time Gross Settlement (RTGS).
Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendarta sebelumnya mengatakan kerja sama ini juga akan diperluas dengan lima negara ASEAN lainnya, serta ASEAN+3 yakni Korea Selatan, Cina dan Jepang.
Menurut dia, ada sejumlah keuntungan bagi masyarakat saat kerja sama ini resmi diluncurkan. Pembayaran lintas negara ini bakal membuat biaya transaksi jadi lebih murah. Hal ini karena transaksi akan mengadopsi pertukaran mata uang lokal sehingga tak perlu lagi melakukan konversi ke dolar AS.
“Artinya nggak ada kurs yang harus dikonversi ke dolar AS dulu terus ke rupiah, tujuan kita ingin lebih maju lagi dengan implementasi yang nyata,” kata Fili dalam diskusi dengan media pekan lalu.
Sumber: Bloomberg, Katadata.com
Penulis: Candra Gunawan









