Batam (gokepri.com) – Implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) cross border atau lintas batas negara sudah diterapkan di Malaysia dan Thailand. Warga Indonesia kini bisa jajan di luar negeri pakai rupiah.
Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepulauan Riau menyebutkan penerapan QRIS di Malaysia dan Thailand ini tak hanya memudahkan warga Indonesia, tapi juga memudahkan wisatawan dar kedua negera itu untuk bertransaksi di Batam.
Kepala Tim Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran dan Pengawasan Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah BI Kepri Taufik Ariesta mengatakan implementasi QRIS Cross border juga bakal dilakukan di Singapura dan Jepang.
Baca Juga: QRIS Bisa Digunakan di Singapura sebelum Akhir Tahun
“Jadi untuk merchant, pelaku usahanya atau QRIS itu sebenarnya sudah bisa. Jadi ketika orang Malaysia datang ke Indonesia, semua UMKM, pedagang atau yang pakai QRIS itu sudah bisa mereka scan di semua yang ada di kita,” ujarnya, Senin 12 Mei 2023.
Ia mengatakan aplikasi Malaysia yang bisa scan merchant Indonesia di antaranya CIMB Niaga, Hong Leong Bank, Maybank, Publik Bank dan TNG Digital.
Sementara aplikasi pembayaran Indonesia yang bisa scan QR Malaysia di antaranya CIMB Niaga, Bank Sinarmas, Dana, Bank BPD Bali, Ottocash, Bank Syariah Indonesia (BSI), Linkaja, Bank Central Asia (BCA), Bank Mega dan Permata Bank.
“Merchant Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) Malaysia yang menerima aplikasi pembayaran QRIS ada Am Bank, Boost, Publik Bank, Razer, Hong Leong Bank, TNG Digital, Maybank, OUB,” ujar Taufik.
Dengan telah diterapkan QRIS antarnegara, pihaknya mendorong PJP yang ada dapat terus bertambah partisipasinya.
Berdasarkan catatan Bank Indonesia volume transaksi QRIS di Kepri mencapai 4,57 juta hingga April 2023. Sementara untuk nilai transaksi, dari Januari hingga April 2023 telah mencapai Rp679,94 miliar.
“Nilai transaksi itu secara rupiah itu Rp670 miliar untuk nilai tahun 2023. Artinya sudah melebihi transaksi tahun 2022 dari sisi nilai transaksi,” kata Taufik.
Ia menyampaikan dari sisi pengguna QRIS sebanyak 55 persen adalah merchant 29 persen adalah usaha mikro kecil dan 12,4 persen adalah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
“Kalau nominal transaksinya itu sama juga mayoritas usaha mikro 29,2 persen, ikuti usaha kecil dan usaha menengah, sama juga dengan volume transaksinya.
Menurut Taufik, dengan adanya QRIS tersebut membantu pelaku UMKM untuk bisa memudahkan mereka dalam bertransaksi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti









