QR Code Pertamina Beda dengan Fuel Card 5.0, Begini Penjelasannya

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Batam Gustian Riau
Pelayanan pendaftaran Fuel Card 5.0 di Kantor Disperindag Batam. GOKEPRI/Engesti Fedro

BATAM (gokepri.com) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam memberikan penjelasan terkait kebijakan subsidi Pertalite, terutama mengenai perbedaan antara QR Code Pertamina dan Fuel Card 5.0 yang digunakan dalam pendaftaran kendaraan.

Kepala Disperindag Kota Batam Gustian Riau mengatakan QR Code Pertamina digunakan sebagai sistem untuk mendaftar kendaraan yang akan menerima subsidi Pertalite.

QR Code ini berfungsi sebagai verifikasi kendaraan yang akan melakukan pembelian Pertalite, memastikan hanya kendaraan yang terdaftar yang dapat mengakses subsidi.

HBRL

Baca Juga: Pendaftaran Fuel Card 5.0 Tahap 2 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

“Jadi QR Code itu hanya untuk pendaftaran kendaraan untuk mendapatkan subsidi karena selama ini tidak ada pendataan,” kata dia, Rabu 4 Desember 2024.

Sementara Fuel Card 5.0 merupakan alat yang digunakan untuk membatasi penggunaan bahan bakar subsidi oleh kendaraan yang telah terdaftar.

Berbeda dengan QR Code yang hanya untuk pendaftaran, Fuel Card 5.0 memiliki fungsi lebih lanjut yaitu untuk memantau dan mengontrol jumlah pembelian Pertalite yang dapat dilakukan oleh kendaraan tersebut.

“Kalau QR code itu kan 120 liter (batas pembelian pertalite kendaraan roda empat). Kalau kajian kami kendaraan roda empat itu idealnya hanya 20 liter per hari, jadi itu bisa terkontrol,” kata dia.

Gustian mengatakan dengan adanya Fuel Card 5.0, diharapkan distribusi bahan bakar subsidi ini lebih tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

Pendaftaran Fuel Card 5.0 Bisa Daring dan Luring

Pogram pendaftaran pembelian Pertalite menggunakan kartu fueal card kini telah dilaksanakan dengan lebih efisien dan terbuka bagi masyarakat.

Gustian Riau mengungkapkan, masyarakat bisa melakukan pendaftaran melalui sistem online maupun layanan langsung di beberapa lokasi yang telah disiapkan.

“Masyarakat dapat melakukan pendaftaran secara online atau melalui layanan yang tersedia di beberapa tempat. Salah satunya adalah di mall-mall di Batam dan kantor Disperindag Batam lantai 5” kata Gustian.

Selain itu, masyarakat juga dapat mengakses layanan pendaftaran melalui beberapa bank yang telah ditunjuk seperti bank bukopin, CIMB Niaga dan Bank Sumut.

Kata Gustian, antusiasme masyarakat terhadap program ini terlihat sangat tinggi. Sejak dibuka pada 28 Februari 2024 pendaftaran berjalan lancar meskipun jumlah pendaftar sempat menurun pada hari-hari awal.

Menurut dia, jika jumlah pendaftar masih sedikit setelah tanggal 28 Febuari 2025, kemungkinan besar program ini akan diperpanjang.

“Program ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat Batam dan kota lainnya dalam memperoleh Pertalite, serta mendorong percepatan penggunaan layanan digital dalam administrasi pemerintahan,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait