Puluhan Calon Penumpang Pelni di Batam Tertipu Tiket Palsu

tiket palsu pelni di batam
Sanusi, salah satu korban penipuan tiket Pelni palsu yang dijual di Facebook. Foto: Gokepri.com/Engesti Fedro

BATAM (gokepri.com) – Puluhan calon penumpang kapal Pelni tujuan Batam–Tanjung Priok, Jakarta, tertipu tiket palsu saat hendak memindai tiket mereka di pelabuhan pada Jumat (28/3/2025), atau H-3 Lebaran.

Salah satu korban, Sanusi, mengaku membeli tiket tersebut melalui akun Facebook yang mengatasnamakan agen tiket resmi Pelni.

“Saya beli di Facebook karena akunnya menggunakan logo Pelni. Makanya saya percaya,” ujar Sanusi.

HBRL

Baca Juga: Waspada Penipuan Tiket Pelni, Begini Cara Membeli di Tempat Resmi

Ia tergiur dengan tawaran itu setelah kesulitan mendapatkan tiket di berbagai tempat.

“Saya terburu-buru, makanya saya beli. Sebelumnya sudah coba cari tiket ke Tanjung Balai, tapi habis. Tiba-tiba ada tawaran di Facebook,” katanya.

Sanusi kemudian menghubungi nomor yang tercantum di akun tersebut dan diminta mentransfer sejumlah uang untuk mendapatkan tiket. Namun, saat tiba di pelabuhan dan menyerahkan tiket untuk dipindai, tiket tersebut tidak terdata dalam sistem.

“Sudah saya transfer, lalu tiketnya langsung dikirim. Dua orang Rp1 juta lebih, saya sama istri mau ke Jakarta. Tapi sampai di sini, katanya tiketnya palsu. Saya sudah coba telepon lagi, nomornya masih aktif tapi nggak diangkat,” jelasnya.

Petugas yang memindai tiket di pelabuhan membenarkan bahwa tiket tersebut tidak terdata alias palsu. Ia juga mengungkapkan bahwa kasus serupa sudah terjadi sejak pagi.

“Dari tadi pagi, sudah ada sekitar sepuluh orang yang mengalami hal seperti ini,” kata petugas.

Kepala Cabang Pelni Batam, Edwin Kurniansyah, mengatakan pihaknya telah mendengar adanya pemalsuan tiket, tetapi belum menerima laporan resmi dari petugas atau penumpang yang menjadi korban.

“Saya sudah dengar, tapi laporannya belum ada masuk ke saya,” ujarnya.

Edwin mengingatkan masyarakat agar lebih teliti saat membeli tiket. Menurutnya, Pelni telah bekerja sama dengan agen pembayaran resmi untuk mencegah penipuan.

“Kami memiliki aplikasi Pelni Mobile yang memungkinkan pembayaran melalui transfer dan metode resmi lainnya. Jadi, kecil kemungkinan ada tiket palsu,” jelasnya.

Ia juga mengimbau calon penumpang agar tidak membeli tiket melalui Facebook, TikTok, atau Instagram. Masyarakat disarankan memesan tiket jauh hari sebelum keberangkatan melalui aplikasi Pelni Mobile, yang tersedia untuk Android dan iOS.

“Kalau ada yang kurang paham cara menggunakan aplikasi, bisa langsung menghubungi call center di 021-162 atau WhatsApp 0811-162-1-162. Layanan ini tersedia 24 jam untuk menghindari calo yang merugikan penumpang,” tambahnya.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Debby Tri Asdretian, menyatakan pihaknya akan segera menyelidiki kasus ini.

“Saya baru tahu soal kasus ini karena belum ada korban yang melapor,” ujarnya.

Ia meminta masyarakat yang tertipu atau memiliki informasi terkait penipuan tiket palsu segera melapor ke Polresta Barelang.

“Jika ada masyarakat yang tertipu, segera laporkan ke kami. Kami akan mengungkap kasus ini,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait