JAKARTA (gokepri) – Kebakaran hutan dan lahan meluas di Riau dan Kepulauan Riau. Pulau Mendol di Kabupaten Pelalawan hampir hangus dilalap api.
Kementerian Kehutanan mengerahkan tim Manggala Agni dari empat Daerah Operasi untuk memadamkan api di Pelalawan, Bengkalis, Siak, Rokan Hilir, dan Kota Batam.
“Tim dari Daops Dumai, Siak, Rengat, dan Batam sudah kami kerahkan ke sejumlah titik,” kata Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, Rabu 11 Februari 2026.
Baca Juga: Karhutla di Batam Melonjak, 27 Kasus Terjadi Awal 2026
Di Desa Teluk Beringin, Pulau Mendol, api membakar ratusan hektare lahan dan merusak kebun kelapa warga. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu sentra kelapa di Pelalawan sekaligus kawasan terluar yang berbatasan dekat dengan negara tetangga.
Menurut Ferdian, kebakaran diduga dipicu penyiapan lahan. Angin kencang membuat api cepat menjalar.
Tim Manggala Agni Daops Rengat bersama BPBD, Polri, Masyarakat Peduli Api, dan damkar masih memadamkan titik-titik api di lokasi tersebut.
Di Bengkalis, tim Daops Siak bersama MPA memadamkan kebakaran seluas 10 hektare di Desa Sepahat pada Minggu (8/2). Di Desa Tanjung Leban, petugas bersama TNI, Polri, Regu Pemadam Kebakaran PT Bukit Batu Hutani Alam, dan Masyarakat Peduli Bencana terus membuat sekat bakar dan memadamkan sumber api.
Kebakaran juga terjadi di Kelurahan Mempura, Kabupaten Siak. Api di wilayah ini sudah terkendali, dan petugas kini memadamkan bara yang masih tersisa untuk mencegah penyalaan kembali.
Di Rokan Hilir, tim Daops Dumai memadamkan api di Desa Rantau Bais. Wilayah ini pernah dilanda kebakaran besar pada 2025 yang menghanguskan ribuan hektare lahan. Kondisi gambut dalam, sumber air terbatas, dan akses sulit menjadi tantangan di lapangan.
Karhutla turut muncul di Kelurahan Kibing, Kota Batam. Tim Daops Batam bersama Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung Unit II dan kelompok tani memadamkan api di kawasan Hutan Lindung Tiban.
Ferdian mengingatkan, capaian penurunan luas kebakaran dalam beberapa tahun terakhir perlu dipertahankan. Selain pemadaman, tim juga meningkatkan patroli karena cuaca kering dan angin kencang berpotensi memicu titik api baru. ANTARA
Baca Juga: Kemarau Datang, Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan Mengintai Batam
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





