Kemarau Datang, Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan Mengintai Batam

Kebakaran hutan di Bintan
Kebakaran hutan dan lahan di Pulau Ladi, Bintan, Jumat 23 Februari 2024. Foto: gokepri/Engesti Fedro

BATAM (gokepri) — Kemarau yang tengah melanda Batam meningkatkan risiko kebakaran di permukiman, kawasan usaha, hingga hutan dan lahan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batam meminta warga menaikkan kewaspadaan sejak dini.

Kepala BPBD Kota Batam Agus Bendri menyebut cuaca kering, suhu tinggi, dan angin kencang menciptakan kondisi ideal bagi api cepat menyebar, baik di bangunan maupun area vegetasi.

“Batam saat ini berada pada fase kemarau. Risiko kebakaran naik, tidak hanya di rumah dan tempat usaha, tetapi juga di hutan dan lahan,” kata Agus, Selasa, 10 Februari 2026.

HBRL

Baca Juga: Karhutla di Batam Melonjak, 27 Kasus Terjadi Awal 2026

Menurut Agus, kelalaian manusia masih menjadi pemicu utama kebakaran. Puntung rokok yang dibuang sembarangan, pembakaran sampah, hingga pembukaan lahan dengan api kerap berujung pada kebakaran yang sulit dikendalikan.

“Dalam cuaca kering, api cepat merambat. Jika disertai angin, dampaknya bisa meluas dan menimbulkan kerugian lingkungan maupun ekonomi warga,” ujarnya.

BPBD mengingatkan warga untuk menghindari aktivitas yang memicu api, terutama pembakaran terbuka. Kebiasaan kecil, seperti membuang puntung rokok sembarangan, dinilai berisiko besar dalam kondisi cuaca ekstrem.

Di lingkungan rumah dan tempat usaha, warga diminta lebih waspada terhadap sumber panas. Instalasi listrik perlu dicek berkala, peralatan elektronik dimatikan saat tidak terpakai, dan kompor tidak ditinggalkan tanpa pengawasan.

Sebagai langkah kesiapsiagaan, BPBD menganjurkan ketersediaan alat pemadam api ringan serta sistem peringatan dini seperti smoke detector. Penentuan jalur evakuasi dan titik kumpul juga penting untuk mengurangi risiko saat kebakaran terjadi.

Di sisi internal, BPBD Batam memperkuat kesiapan aparatur hingga tingkat kecamatan dan kelurahan. Koordinasi lintas sektor digencarkan bersama TNI, Polri, Manggala Agni, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Batam, Pemadam BP Batam, relawan, serta unsur masyarakat.

Agus juga mengingatkan warga agar tidak menunda laporan jika menemukan tanda kebakaran, sekecil apa pun.

“Segera hubungi Batam Siaga 112 atau Contact Center Polri 110 agar penanganan bisa lebih cepat dan api tidak meluas,” katanya.

Baca Juga: Lima Provinsi dengan Tingkat Karhutla Terluas di Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti Fedro
Editor: Candra Gunawan

Pos terkait